Tak hanya menimbun jalan, tanah longsor juga mengenai satu rumah warga. Sedangkan pohon tumbang mengenai dua rumah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali langsung melakukan evakuasi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Suherman mengatakan, bencana alam menimpa dua dusun di Wonosegoro. Saat itu, hujan deras dan angin kencang melanda sejak Minggu sore. Hal tersebut membuat pohon besar tumbang dan mengenai rumah warga. Tepatnya di Dusun Kemiri RT 02 RW 03, Desa Ngablak, Wonosegoro.
"Pohon tumbang menimpa rumah Kusri, 38, dan Ginem, 70. Kami langsung datangi lokasi untuk asesmen. Dari pihak Desa Ngablak juga meminta bantuan pemotongan pohon tumbang. Dalam giat kerja bakti, kami lakukan hari ini pukul 08.00," terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, Senin (7/11).
Selain itu, terjadi tanah longsor di dua titik di Dusun Tempuran, Desa Kalinanas, Wonosegoro. Titik pertama, longsor menimpa satu rumah warga. Kemudian titik kedua, tanah longsor menutup akses jalan penghubung antara Dusun Tempuran dengan Kalinanas. Pihak desa dan BPBD lantas mengupayakan penanganan jalan dusun. Agar bisa dilewati sepeda motor.
"Pagi kami mengirim ekskavator ke Desa Kalinanas untuk pembersihan longsor di badan jalan. Agar akses jalan warga ini bisa dilintasi kembali. Selain itu juga membersihkan longsoran yang menimpa rumah warga," jelasnya.
Dia mengimbau agar masyarakat yang tinggal di lereng bukit, untuk mengungsi demi keselamatan bersama. Selain itu, masyarakat diminta untuk waspada. Agar kalua sewaktu-waktu ada tanah longsor, bisa segera menyelamatkan diri. Paling tidak menjauh dari titik rawan longsor.
Herman menambahkan, selain itu, potensi tanah longsor juga mengancam beberapa daerah. Seperti Kecamatan Selo, Cepogo, dan Tamansari.
"Kalau lereng Merapi-Merbabu kan longsor langsung grek (Tiba-tiba, Red). Kalau di utara kan pelan-pelan, tanah gerak. Seperti di Desa Kendel, Kemusu juga tanah gerak. Seperti Wonosamodro, Kemusu, dan daerah utara lainnya," pungkasnya. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram