"Kami assessment karena kondisi jembatan sudah tidak layak dilewati dan membahayakan. Jembatan mengalami limpasan air hingga setinggi satu meter. Hal itu menyebabkan abutment (struktur yang berada di ujung bentang) jembatan sebelah selatan tergerus dan dalam posisi menggantung," beber Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Joko Prasetyo, Rabu (22/2/2023).
Oprit jembatan atau urukan di belakang abutment yang dibuat sangat padat di sisi selatan ambrol sepanjang 4,4 meter dan lebar 4,5 meter. Oprit jembatan yang ambrol kemungkinan bertambah.
"Kami juga menemukan retakan pada sayap jembatan sepanjang lima meter. Kami sarankan agar dipasangi rambu peringatan dan penutupan jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan," terang Joko.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sawit Candra Irawan mengamini telah berkoordinasi dengan Bina Marga DPUPR Boyolali. Jembatan juga telah ditutup. "Pihak DPUPR sudah mengecek. Kami lakukan sesuai arahan. Karena kondisi jembatan memang cukup membahayakan," terangnya. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono