Jasad Raffa dan Raffi ditemukan berdekatan di anak Kali Serang dusun setempat. Kali pertama, jasad Raffi ditemukan sekitar pukul 13.10. Sekira 20 menit kemudian, giliran Raffa ditemukan juga sudah tidak bernyawa. Setelah disucikan, jasad kedua bocah itu segera dimakamkan.
Raffa dan Raffi merupakan anak ketiga dan keempat pasangan Sutaryo dan Sumiyati. Keduanya masih bersekolah di TK A desa setempat.
Pencairan Raffa dan Raffi butuh upaya ekstra. Pihak keluarga juga menggelar dia bersama agar mereka segera ditemukan apapun kondisinya. “Keluarga gelar bancakan biar cucu kembar saya segera ketemu,” ungkap Sumini, sang nenek, Kamis (30/3/2023).
Selama ini, Raffa dan Raffi tidak pernah bermain di anak Kali Serang. Namun, di hari nahas itu, mereka bermain air di sungai setempat bersama satu teman.
"Kata temannya itu, Raffa dan Raffi main ke air yang dalam. Lalu Raffa dan Raffi tangannya gini-gini (menggapai-gapai). Tapi, temannya nggak bisa menolong karena masih usia 4 tahun,” ujar Sumiyati.
Mengetahui sang buah hati mengalami musibah, Sutaryo yang merantau di Jakarta buru-buru pulang ke Boyolali dan tiba di kampung halaman, Kamis (30/3) sekira pukul 03.00.
Di dusun setempat, Raffa dan Raffi dikenal sebagai anak yang periang. Di mana ada Raffa, pasti di situ ada Raffi. Memang keduanya tak terpisahkan. Bahkan hingga maut menjemput.
"Pintar anaknya. Sekolah sudah nggak ditunggu, berani. Uang jajan dibagi buat pagi dan siang. Sudah pinterlah,” ujar Sri Windari, tetangga Sumiyati. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono