Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Nuryanto, Pembunuh Janda Lansia di Cepogo Dikenal Ramah dan Kerap Gonta-ganti Istri

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 11 April 2023 | 03:56 WIB
Nuryanto, 42, pelaku pembunuhan Jumiyem, 64, warga Dusun Sidosari, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. (ist)
Nuryanto, 42, pelaku pembunuhan Jumiyem, 64, warga Dusun Sidosari, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. (ist)
RADARBOYOLALI.COM- Dikenal ramah dan kerap berinteraksi dengan warga Dusun Sidosari, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, tapi ternyata Nuryanto adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Pria 42 tahun itu tega membunuh, Jumiyem, 64, yang masih bibinya dengan cara sadis. Motifnya, untuk menguasai harta korban.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, rumah orang tua Nuryanto dan Jumiyem masih satu pekarangan. Orang tua Nuryanto juga kerap membeli kebutuhan dapur di warung bubur dan bahan dapur milik Jimiyem.

Kedekatan keluarga tersebut terkoyak oleh ulah Nuryanto. Dia beberapa kali meminjam uang ke Jumiyem. Belum sempat dikembalikan, Nuryanto kembali berutang. Itu membuat Jumiyem enggan memberikan uangnya.

Hal tersebut menyebabkan keduanya cekcok. Hingga akhirnya Nuryanto tega menghabisi bibinya menggunakan linggis, Kamis (6/4) pukul 06.00. Setelah Jumiyem terkapar tak bernyawa, Nuryanto menggondol gelang emas seberat 50 gram milik Jumiyem dan uang Rp 950 ribu lalu kabur.

Kades Gubu Moh Hamid tak menyangka Nuryanto tega membunuh Jumiyem. Selama ini, Nuryanto memang tidak tinggal di Dusun Sidosari. Dia kerap berpindah-pindah domisili. Antara lain Sukoharjo, lalu pindah lagi ke Bandungan, Kabupaten Semarang.

"Ya, agak sering pulang ke rumah (Dusun Sidosari, red). Kerjanya serabutan . Tidak ada istri di sini, yang di Bandungan itu istri siri," jelas Hamid, Senin (10/4/2023).

Apakah Nuryanto temperamen? Kades menuturkan, tidak pernah mendengar Nuryanto membuat masalah selama tinggal di Sidosari. “Biasa saja, di lingkungan juga baik," ucapnya.

Sepengetahuan Hamid, kali terakhir Nuryanto bekerja sebagai kuli panggul untuk menurunkan pakan ternak di salah satu toko warga setempat. Dia juga diketahui telah menikah sebanyak empat kali.

"Itu, Mudmainah itu sudah yang keempat. Yang sebelumnya cerai. Kurang tahu karena apa. Terakhir cerai ya sama yang Sukoharjo itu," imbuh kades.

Di saat warga dihebohkan dengan kematian Jumiyem yang tak wajar, Nuryanto sama sekali tak menunjukkan batang hidungnya. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan. Apalagi, ada yang sempat mendapati Jumiyem dan Nuryanto cekcok.

Kan dua hari sebelumnya (kejadian) ada di situ (Dusun Sidosari). Tapi setelah kejadian, tidak terlihat sama sekali,” kata Hamid.

Hasil penyelidikan Polres Boyolali, setelah membunuh Jumiyem dengan cara keji lalu melucuti perhiasan dan uang tunai, Nuryanto kabur ke Bandungan, Kabupaten Semarang untuk bertemu Mudmaidah.

Dalam kasus ini, Mudmaidah berperan membantu menjualkan perhiasan hasil kejahatan Nuryanto. Mereka dibekuk polisi, Minggu (9/4/2023) di Bandungan, Kabupaten Semarang. (rgl/wa)

  Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jumiyem #janda lansia dibunuh #pembunuhan cepogo #nuryanto