Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dahan pohon munggur berukuran raksasa itu memenuhi seisi umbul di timur Balai Desa Nepen.
Sekretaris Desa (Sekdes) Nepen Zakaria Ahmad mengatakan, penyebab tumbangnya pohon munggur diduga karena lapuk dimakan usia. Saat kejadian, warga sedang tertidur pulas. Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan suara gemuruh yang awalnya diduga terjadi kecelakaan lalu lintas. Namun setelah dicek, sumber suara berasal dari pohon munggur tumbang.
"Untungnya tumbang dinihari sehingga belum ada yang mandi. Sebab setiap pukul 05.00 sudah banyak warga mandi di situ," katanya, Rabu (3/5).
Pohon munggur yang tumbang menimpa warung milik warga dan menyebabkan keretakan pipa saluran air minum. Warga bersama pemerintah desa dibantu relawan, dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali langsung turun ke lokasi. Guna melakukan evakuasi.
"Nanti ranting- ranting kecil dibuang ke TPA Winong, sedang batang pohon yang besar ditinggal untuk dilelang. Ini kan aset desa," jelasnya.
Zakaria berharap, pohon munggur yang tumbang tidak memengaruhi kualitas sumber air di Umbul Langse. Pasalnya, pohon tersebut tumbuh persis di atas sumber air. "Semoga tidak mematikan sumber airnya," ujar dia.
Untuk sementara, umbul ditutup bagi masyarakat umum sembari menunggu proses pembersihan dahan pohon. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono