Rekaman kamera menunjukkkan, satu pelaku mengenakan masker dan jilbab hitam, sedangkan satu lainnya mengenakan jilbab cokelat dengan wajah terlihat jelas. Mereka berbagi tugas. Ada yang mengalihkan fokus pegawai toko emas, dan satunya lagi memasukkan emas curian ke dalam baju.
Wahyu Nur Baiti, salah seorang karyawan toko emas setempat menuturkan, pencurian terjadi saat toko emas baru saja buka. Saat itu hanya ada empat pegawai yang berjaga. Karena baru buka, para pegawai sibuk persiapan masing-masing. Hingga kemudian, datang dua perempuan parobaya.
"Itu masih pagi. Kami baru buka ya, sekira pukul 08.49. Satu pegawai kami melayani dua ibu-ibu itu. Karena kami sibuk masing-masing, jadi nggak terlalu memperhatikan. Lalu, dua ibu-ibu itu seperti membuat pusing pegawainya. Keduanya minta diambil yang ini, itu," ungkapnya, Senin (12/6).
Pelaku yang bermasker berpura-pura mengamati dua gelang emas lalu meminta pegawai toko emas membuatkan surat perhiasan. Nah, saat itulah, dengan cepat, pelaku memasukan dua gelang emas ke bajunya.
"Pas minta dibuatkan surat itu, ibu-ibunya bilang, mau ambil uang dulu. Setelah itu pergi. Sadarnya itu, selang satu jam. Pegawainya sambat, kok ibu-ibunya nggak balik lagi?, lalu saya minta buat cek gelang-gelangnya. Saya tanya, kok yang ini nggak ada? Dari situ baru sadar bahwa gelang telah dicuri," terangnya.
Dua gelang emas yang hilang berbentuk rantai 9 karat dengan berat masing-masing 10 gram. Total kerugian mencapai Rp 10 juta.
Kapolsek Boyolali AKP Joko Winarno bersama anggota mendatangi lokasi sekira pukul 11.20. "Dari video yang beredar di medsos (medsos), kami proaktif mendatangi tempat kejadian perkara. Kami minta agar pemilik toko emas melaporkan hal tersebut. Karena sampai sekarang kejadian itu belum dilaporkan ke polisi," jelasnya. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono