RADARBOYOLALI.COM – Sudah sepekan ini, jalan di sisi utara kantor DPRD Boyolali disambangi DA, 20, perempuan yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ringan. Alhasil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Boyolali turun tangan. Dia dibujuk untuk mendapat perawatan yang layak, kemarin (30/8).
Proses membujuk DA tak semudah membalik telapak tangan. Butuh waktu cukup lama. Awalnya, petugas satpol PP dan warga membujuk DA agar mau diantarkan pulang. Setelah satu jam, DA masih bungkam.
Sesekali DA berteriak-teriak, hingga akhirnya berlari masuk ke salah satu restoran siap saji. Setiba di sana, dia kembali berteriak dan memeluk erat pagar resto tersebut. Namun dengan kesabaran dan ketulusan, petugas terus membujuk. Mengiming-imingi makanan enak dan diajak belanja.
Namun, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil. Bahkan salah seorang pegawai resto juga ikut membujuk. Hingga akhirnya DA luluh dan mau diantar pulang ke rumahnya di Kampung Logerit, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo.
“Sudah di sini mondar-mandir sejak Jumat (25/8). Kadang pukul 09.00 sudah sampai di sini. Selalu senyum-senyum sendiri. Semoga segera ditangani dan diobati. Karena saya lihat pakaiannya juga bersih,” uajr Marsih warga sekitar.
Anggota Satpol PP Boyolali Aan mengaku sudah kerap mengevakuasi ODGJ. Menurutnya, penanganan ODGJ gampang-gampang susah.
“Kalau ODGJ laki-laki tinggal dikasih rokok dan makan, pasti langsung ikut dan mudah dievakuasi. Tapi kalau perempuan memang susah. Diiming-imingi apa-apa pasti tidak mau. Bisa berjam-jam membujuknya. Harus sabar dan pelan-pelan,” paparnya.
Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali Tri Joko Mulyono menambahkan, setelah berhasil dibujuk, DA segera diantar pulang. Pihak keluarga juga mengakui, DA mengalami depresi dan kerap keluar rumah.
“Dia masih bisa diajak komunikasi. Informasi dari keluarga, DA sering pergi dari rumah tapi biasanya pulang lagi. Kami sarankan agar dibawa berobat ke RSUD Simo. Bisa berobat pakai BPJS Kesehatan. Kalau tidak mampu bisa minta bantuan ke Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali,” saran Joko.
Sementara itu, Satpol PP Boyolali sering mengevakuasi ODGJ di kompleks perkantoran terpadu. Jika ODGJ memiliki keluarga, akan dikembalikan dan disarankan untuk pengobatan. Tapi jika tidak bisa diajak komunikasi dan tidak ditemukan keluarganya, satpol PP akan berkoordinasi dengan dinsos.
“Kalau seperti itu, penyandang ODGJ kami bawa ke Rumah Singgah di Kecamatan Mojosongo. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk berobat,” papar Joko. (rgl/fer)
Editor : Damianus Bram