RADARBOYOLALI.COM - Pasca insiden penganiayaan yang melibatkan relawan Ganjar-Mahfud dan belasan oknum TNI Kompi B Yonif Raider 408 Suhbrastha menjadi perhatian serius warga Boyolali.
Dukungan moral baik pada korban penganiayaan di RS Pandan Arang Boyolali maupun kepada TNI di Markas Kompi B Yonif Raider 408 Suhbrastha dalam bentuk karangan bunga terus berdatangan.
Pantauan RadarBoyolali.com di RS Pandan Arang Boyolali, ada puluhan karangan bunga yang memberikan semangat pada dua korban, yakni Slamet Andono,26 dan Arif Diva Ramandani,20, yang masih dirawat.
Dalam karangan bunga tersebut memberikan pesan dan motivasi untuk korban.
"Semoga lekas sembuh, Turut prihatin atas kekerasan ini," dikutip dari salah satu karangan bunga.
"Kami tidak takut untuk memenangkan Ganjar-Mahfud," tulis karangan bunga lainnya.
Sementara itu, penampakan serupa juga terlihat di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulisen, Boyolali Kota.
Tepatnya di seberang Markas Kompi B Yonif Raider 408 Suhbrastha. Ada puluhan karangan bunga hingga spanduk dukungan.
"Yang kemaki harus dibina, ❤ TNI," tulis salah satu karangan bunga.
"Kami bersama TNI, Merapi-Merbabu Rescue," dikutip dari salah satu karangan bunga.
Sedangkan spanduk dipasang di bawah poster Ganjar -Mahfud bertuliskan, "HARAKIRI (Himpuan Remaja Kemiri) BRAVO TNI KAMI SELALU MENDUKUNGMU. CIPTAKAN PEMILU DAMAI HINDARI KNALPOT BROOONG,".
Saat dikonfirmasi, Ketua Merapi-Merbabu Rescue (MMR) Harnowo mengamini telah mengirimkan karangan bunga untuk dukungan moral bagi TNI.
Dia menganggap insiden penganiayaan itu sebuah kecelakaan dan dilakukan secara spontan. Menurutnya, TNI juga manusia yang memiliki emosi.
Dukungan itu juga bentuk kekhawatiran jika posisi TNI yang menurutnya sudah netral dipolitisi.
"Karena saat ini benar-benar netral. Tapi sekarang di medsos-medsos yang memelintir itu. Jadi dukungan dengan rekan TNI, harapan kami memberikan support. Menurut kami, ada pemicunya, karena sebagian masyarakat juga tidak senanglah untuk war-wer (Nggeber) itu," terangnya.
Menurutnya, kejadian itu juga ada pemicunya. Sehingga oknum anggota TNI merasa geram.
Namun, dia meyakini oknum anggota TNI itu tak ada niat untuk melakukan penganiayaan hingga separah itu. Sehingga ada sebab dan akibatnya insiden penganiayaan bisa terjadi.
"Kecelakaan ya. Sebenarnya tidak ada itikad hingga separah itu. Kejadian semacam itu ada pemicunya. Karena sebagian masyarakat juga ga seneng lah, untuk war-wer, ternyata banyak yang tidak simpati dengan adanya knalpot brong itu," katanya.
Terpisah, warga Boyolali yang juga mengirimkan karangan bunga dukungan untuk TNI, Basori Rohmad mengamini telah mengirimkan karangan bunga pada Minggu malam.
Karangan bunga itu sebagai support agar kedepannya masyarakat berfikir jera melakulan konvoi pakai knalpot brong yang melampaui batas.
"Kami masyarakat Boyolali juga mensupport TNI, ya secara ini memang satu kesalahan TNI ya dengan arogannya. Tapi sebagai masyarakat kami juga mendukung," jelasnya.
Aksi konvoi itu dinilai merugikan dan menganggu kenyamanan. Sehingga karangan bunga itu bentuk antusias warga yang memberikan dukungan ke TNI.
Namun, saat ditanya soal aksi kekerasan yang dilakukan oknum TNI Yonif 408/Suhbrasta itu, Basori mengaku tidak membenarkan.
"Kalau aksi kekerasannya kami tidak mendukung. Tapi minimal memberikan contoh agar tidak kelewatan batas lah brong-brongannya. Di pengguna jalan juga tidak merasa resah," jelasnya.
Sementara itu, Dandim 0724 Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengaku tidak mengetahui siapa yang mengirimkan karangan bunga tersebut.
Termasuk dari kalangan masyarakat mana. Dia mengamini, karangan bunga itu mulai bermunculan sejak Minggu sore sekira pukul 16.00 sampai Senin (1/1) dini hari.
"Kami menyikapi dengan bijaksana sebagai bentuk rasa simpati. Yang terpenting Suasana kebatinan anggota Yonif 408 saat ini tetap fokus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara. Menyikapi kiriman karangan bunga kepada Yonif 408 yang terpenting pesan yang disampaikan adalah untuk kedamaian dan tidak kontraproduktif untuk memprovokasi sehingga berdampak negatif terhadap situasi dan kondisi keamanan di wilayah," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Mahfud Jawa Tengah, Agustina Wilujeng Pramestuti mengunjungi para korban pada Minggu (31/12) petang.
Saat itu, massa dan simpatisan Ganjar -Mahfud datang untuk memberikan dukungan moral pada korban. Karangan bunga simbol dukungan juga mulai berdatangan.
"Mereka datang ke sini sebenarnya untuk menengok. Tetapi teman-teman cabang mengatakan tidak usah ditengok dulu supaya tidur, tenang, keluarga tidak terlalu banyak menerima tamu. Ketenangan dan kedamaian penting untuk situasi seperti ini," terangnya.(rgl)
Editor : Damianus Bram