RADARBOYOLALI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali menggelar sosialisasi pemilu di Rutan Kelas II B Boyolali pada Kamis (11/1) siang.
Di rutan tersebut terdapat 170 daftar pemilih tetap (DPT). Pemutakhiran data akan dilakulan maksimal pada 15 Januari mendatang.
Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Boyolali Nyuwardi mengatakan, pihaknya memastikan warga binaan (WB) rutan bisa mengikuti pemungutan suara.
Selain itu, dia juga memastikan WB tetap bisa menyalurkan hak politik untuk memilih.
”Di sini sudah kami fasilitasi terkait pembentukan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan termasuk linmasnya, dan terkait juga petugas-petugas lain terkait pemilihan,” jelasnya saat ditemui usai kegiatan.
Selain itu pendataan awal telah dilakukan. Jumlah DPT WB Rutan Kelas II B sebanyak 170 orang.
Namun, dalam perkembangannya, jumlah penghuninya naik mencapai 308 orang. Hal itu perlu didata lagi.
”Karena beberapa ada yang tidak punya KTP, blong-blongan itu. Nah nanti kami data ulang mulai 15 Januari ini untuk pendataan ulang siapa-siapa nanti yang memiliki hak pilihnya. Nanti akan kami tindak lanjuti. Tentunya itu masih tentatif (data pemilih di rutan,Red) sampai nanti pada hari H pada 14 Februari,” imbuhnya.
Pihaknya akan menyediakan satu TPS khusus rutan. Di sisi lain, soal surat suara juga telah disosialisasikan.
Warga binaan yang berasal dari luar Provinsi Jawa Tengah hanya mendapat satu surat suara yakni calon presiden (capres).
Sedangkan WB yang berasal dari luar daerah pilih (Dapil) Boyolali misalnya asal Magelang hanya menerima tiga surat suara. Yakni capres, DPD RI dan DPRD Provinsi.
Sedangkan yang domisili Solo dan sekitarnya juga mendapat tiga surat suara, yakni capres DPR RI dan DPD RI. Sedangkan surat suara DPRD Provinsi tidak dapat karena berbeda dapil.
Kepala Rutan Kelas II B Boyolali Eko Bekti Susanto menambahkan sosialisasi dari KPU diikuti seluruh WB sebanyak 308 orang. Baik narapidana maupun tahanan.
Dia menerangkan, penghuni Rutan Kelas II B Boyolali tidak selalu sama jumlahnya. Bisa bertambah bisa juga berkurang penghuninya. (rgl/adi)
Editor : Damianus Bram