Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dapat Limpahan Sampah, Warga Gotong Royong Bersihkan Sungai Pleret di Pengging, Ini Besaran Total Sampah yang Berhasil Dikumpulkan

Ragil Listiyo • Kamis, 18 Januari 2024 | 01:08 WIB
JAGA ALAM: Masyarakat peduli Sungai Pengging gotong royong bersihkan sampah di Kali Pleret, Desa Bendan, Banyudono, kemarin (17/1).
JAGA ALAM: Masyarakat peduli Sungai Pengging gotong royong bersihkan sampah di Kali Pleret, Desa Bendan, Banyudono, kemarin (17/1).

RADARSOLO.COM – Sungai Pleret di Pengging, Kecamatan Banyudono menerima limpahan sampah, baik berupa batang bambu, kayu maupun sampah plastik rumah tangga.

Khawatir menyumbat aliran sungai, masyarakat peduli Sungai Pengging mengadakan bersih-bersih pada Rabu (17/1).

Sebanyak 15 kubik sampah berhasil dibersihkan di Sungai Pleret, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono.

Gotong royong itu menyasar aliran sungai yang terletak di belakang Umbul Sungsang. Sejak Selasa (16/1), hujan deras membawa banjir sampah.

Dominasi sampah tersebut berupa batang bambu dan kayu yang tersangkut di Sungai Pleret dan berpotensi menyumbat aliran air.

Batang kayu dan bambu dibersihkan dengan dipotong-potong menggunakan gergaji. Lalu disisihkan di pinggir sungai agar kering dan akan dibakar.

Koordinator Masyarakat Peduli Sungai Pengging Totok Sudaryanto mengatakan, sampah-sampah yang dibersihkan mencapai 15 kubik.

Awalnya, pihaknya akan membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Winong, Boyolali Kota. Namun, hal tersebut diurungkan mengingat besarnya volume sampah.

”Kalau sudah kering nanti dibakar,” jelasnya.

Dari mana asal sampah-sampah itu? Totok menjelaskan dari arah hulu. Yakni dari Kecamatan Teras.

Dia menjelaskan, sebenarnya hulu hanyalah terdiri dari selokan maupun jurang yang terisi air hanya saat penghujan.

”Namun saat hujan, aliran air sangat deras dan bisa membawa serta bambu dan kayu dari ladang di sekitarnya. Belum lagi, sampah dari rumah tangga. Kalau menumpuk nanti mengganggu aliran air,” jelasnya.

Selain itu, saat hujan bisa memicu terjadinya banjir. Padahal, sungai ini sangat vital bagi para petani di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Banyudono.

”Sungai ini juga dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk memelihara ikan sistem karamba,” imbuhnya.

Dia mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga sungai. Terutama dari daerah hulu agar tidak membuang sampah di sungai.

”Kami mengajak masyarakat untuk bersama- sama menjaga kebersihan sungai agar aliran air tetap lancar. Jangan buang sampah di sungai karena bisa memicu terjadinya banjir,” tandasnya. (rgl/adi)

Editor : Damianus Bram
#banyudono #banjir #hujan deras #pengging #sungai pleret