RADARSOLO.COM- Perolehan suara sementara capres-cawapres Ganjar-Mahfud di Kabupaten Boyolali tetap unggul.
Melansir data penghitungan suara oleh KPU RI hingga pukul 17.55, Ganjar-Mahfud berjaya dengan kantongi lebih dari 49 persen suara.
Disusul Prabowo-Gibran yang mengantongi 40,95 persen, dan Anies-Muhaimin sebesar 9,3 persen.
Dibandingkan Pemilu 2019, suara paslon yang diusung PDI Perjuangan di Boyolali merosot.
Pada Pilpres 2019, PDI Perjuangan Boyolali mendapatkan 100 persen suara untuk Jokowi- Ma'ruf di sejumlah TPS, dan total mengantongi 86 persen suara di Boyolali.
Dengan capaian itu, Boyolali masuk dalam lima kabupaten yang sukses mendulang suara terbanyak untuk PDI Perjuangan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta tak menampik turunnya suara paslon yang diusung dalam pilpres.
"Namanya dinamika politik, ya seperti ini. Kami sudah berusaha semaksimal. Ini hasil yang terbaik," terangnya, Kamis (15/2/2024).
“Sebagai ketua DPC, saya memberikan apresiasi atas perjuangan teman-teman semuanya. Jadi kalau kita berbicara soal turun atau nggak, ya memang mengalami penurunan," tambahnya.
Meski demikian, perolehan suara Ganjar-Mahfud di Boyolali masih tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Solo Raya.
"Saya selalu memberikan motivasi untuk selalu tegak lurus, setia terhadap partai, setia terhadap instruksi partai, setia terhadap intruksi ketua umum kami Ibu Megawati Soekarnoputri," beber dia.
Terkait hasil hitung cepat suara pilpres, Susetya memilih menunggu hasil resmi dari KPU RI. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono