Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kronologi Meninggalnya Warga Nogosari Boyolali Akibat Leptospirosis

Ragil Listiyo • Minggu, 24 Maret 2024 | 23:40 WIB
Area persawahan menjadi lokasi yang rawan terpaparnya leptospirosis. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Area persawahan menjadi lokasi yang rawan terpaparnya leptospirosis. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- Dinkes Boyolali rampung melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) pada kasus leptospirosis yang menewaskan warga Desa Neron, Kecamatan Nogosari.

Pasien pria paro baya berinisial KS mengalami gejala penyakit zoonosis tersebut sejak 10 Maret 2024.

Kurang dari dua pekan, nyawa pasien tak tertolong. KS meninggal dunia Kamis (21/3/2024).

Hasil PE, gejala akibat leptospirosis dirasakan pasien sejak 11 hari sebelum meninggal dunia. Bahkan, pasien telah berganti-ganti dokter.

Kepala Dinkes Boyolali Puji Astuti menjelaskan, mulai 10 Maret 2024, pasien mengalami demam, pusing dan diare.

Oleh keluarganya, KS dibelikan obat di apotek sesuai gejala yang timbul.

KS sempat sembuh dan beraktivitas kembali ke sawah. “Tertularnya (leptospirosis) mungkin dari sawah," terang Puji, Minggu (24/3/2024).

Tak lama, tepatnya 15 Maret, KS mengeluhkan tidak enak badan. Ditambah bagian pinggang nyeri.

Hanya saja, KS baru memeriksakan diri empat hari setelahnya, yakni pada 19 Maret.

"Dia periksa ke dokter pertama dengan keluhan mual, muntah dan sesak napas. Lalu KS dibawa ke Puskesmas Gondangrejo, Karangannyar. Karena ruangan penuh, pasien disuruh kembali besok paginya," beber kadinkes Boyolali.

Keesokan harinya, kondisi KS kian memburuk. Keluarga lantas memanggil dokter dari Klinik Haidar.

Saat itu, tensi darah KS hanya 80/60. Tak ingin ambil risiko, sang dokter menyarankan agar KS segera dirujuk ke rumah sakit.

Warga Kecamatan Nogosari itu lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Fatmawati Kota Solo.

Namun, pada 21 Maret pukul 02.11, KS mengalami henti jantung serta napas dan dinyatakan meninggal dunia.

“Memang gejalanya dan hasil lab, pasien meninggal karena leptospirosis," jelasnya. (rgl/wa)

 

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#meninggal dunia #pasien #nogosari #leptospirosis #dinkes boyolali