Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Semarakkan Ramadhan, Santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Mubarokah Boyolali Menari Sufi

Ragil Listiyo • Selasa, 2 April 2024 | 03:50 WIB
Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Al Mubarokah Desa Sempu, Kecamatan Andong menarikan tarian sufi, Minggu (31/3). (Arief Budiman/Radar Solo)
Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Al Mubarokah Desa Sempu, Kecamatan Andong menarikan tarian sufi, Minggu (31/3). (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Tari Sufi asal Turki menjadi budaya tahunan yang dibawakan para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Al Mubarokah tiap Ramadhan. Dalam mengisi waktu 10 hari terakhir Ramadhan ini, para santri menarikan tarian religius yang mendekatkan diri pada Ilahi.

Kegiatan menari sufi ini dilakulan para santri untuk mengisi waktu selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Para santri ponpes di Desa Sempu, Kecamatan Andong ini ngabuburit dengan menarikan tari religius tersebut. Tujuannya untuk mengasah fokus dan konsentrasi. Utamanya, dalam 10 hari terakhir Ramadhan.

Para santri berlatih menarikan Sufi. Mengenakan pakaian seperti jubah gaun. Kemudian melakukan gerakan memutar, mengembangkan gaun sisi bawah. Tarian ini membutuhkan konsentrasi tinggi dengan keseimbangan serta performa.

Lantaran teknik menarinya dengan bertahan berputar-putar. Jika tidak konsentrasi, bisa merasa pusing. Kunci utama tarian ini adalah ketenangan. Para santri yang menarikan Sufi harus menghayati makna dari filosofi tarian religius ini. Mata fokus tidak terpejam, tidak melirik dan kepala tidak bergerak.

”Manfaat tari sufi ini bisa berkonsentrasi dalam menjalankan ibadah puasa ini lebih khusuk, lebih fokus dalam menjalankan ibadah. Susahnya itu medan dan kondisi,” ujar santri yang membawakan tarian Sufi, Hermawan Susanto.

Awalnya, tari Sufi umumnya dibawakan oleh laki-laki. Namun, lambat laun banyak kaum perempuan yang diperbolehkan melakukan tarian ini. Mereka boleh menarikan tarian ini bersama.

Seperti halnya santriwati Ponpes Nurul Hidayah juga menarikan tarian ini, salah satunya Alma Nur. Menurutnya, menarikan tari Sufi tak hanya untuk menghabiskan waktu jelang berbuka. Sekaligus melatih fokus dan konsentrasi.

”Ya manfaatnya bisa mendekatkan pada yang kuasa, ya ngabuburit, ya biar bisa mendekatkan pada yang kuasa,” katanya.

Pengajar Ponpes Nurul Hidayah Musa Asy'ari mengatakan, tarian Sufi juga dikenal sebagai Whirling Dervishes. Tarian ini dianggap sebagai bagian dari meditasi diri yang berkaitan erat dengan Tasawuf. Ketika seorang hamba mendekatkan diri dengan Allah atau Ilahi, maka Tuhan akan mendekat pula dengan umatnya. Serta memberikan perasaan tenang.

”Hikmahnya untuk media sebagai pendekatan kepada Allah SWT. Sehingga seorang hamba dekat kepada Allah, maka Allah juga akan mendekat pada hamba tersebut. Sehingga akan memberikan suatu ketenangan karena jika sudah hati tenang Insyallah mudah untuk menghilangkan rasa ego yang ada di dalam diri manusia,” paparnya.

”Selain itu untuk mencapai rahmat dari Allah, karena umpama rahmat Allah hanya satu diberikan kepada seorang hamba tentunya rohmat tersebut akan mencukupi kehidupan seorang hamba tersebut didunia maupun di akhirat,” tandasnya. (rgl/adi)

Editor : Adi Pras
#10 hari terakhir bulan ramadhan #kecamatan andong #tari sufi #ramadhan