RADARSOLO.COM–Tempat pembuangan akhir (TPA) Winong tak mampu menampung seluruh sampah di Kabupaten Boyolali.
Mengingat per hari, sampah yang dihasilkan mencapai 300 ton.
Sedangkan TPA Winong hanya mampu menerima 100 ton sampah per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Suraji mengatakan, perlu kerja sama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Seperti adanya bank sampah, TPS reduce, reuse, recycle (3R), dan sebagainya. “Ini (penanganan sampah) berat,” jelas Suraji.
Kepala DLH Boyolali berharap ada kesadaran masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sampah.
Salah satunya tidak membuang sampah ke sungai yang berujung masalah lebih kompleks.
“Misalnya di Alun-Alun Boyolali, hampir tiap akhir pekan selalu ditemukan sampah berserakan. Padahal tempat sampah sudah disediakan,” terangnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono