RADARSOLO.COM - Polisi tak menemukan adanya bekas pengereman di lokasi kecelakaan maut Isuzu Elf di Jalan Tol Solo-Ngawi KM 497+800 Lajur B, Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali.
Kecelakaan itu menewaskan enam orang, yang merupakan rombongan wisata guru SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya.
Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali Iptu Budi Purnomo mengatakan, hasil olah TKP, pihaknya tak menemukan jejak pengereman sama sekali.
"Jejak pengereman sama sekali tidak kami temukan, tidak ada," ucap dia, Sabtu (13/7).
Dugaan sementara, kata dia, kecelakaan maut itu terjadi karena sopir mengantuk atau rem blong.
Namun, untuk memastikan rem blong atau tidak, pihaknya harus melakukan pengecekan dengan menggandeng pihak-pihak terkait.
Seperti dinas perhubungan (Dishub) dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Isuzu.
"Karena kendaraan mereknya Isuzu," ujar Budi.
Kanit PJR Unit 7 Kartasura Iptu Dwi Budi Purnomo mengamini tidak ada bekas pengereman di lokasi kecelakaan.
"Itu diduga sopir mengantuk, tanpa rem. Tidak ada bekas pengereman. Kendaraan sampai sulit dievakuasi dari bemper truk (Elf terseret hingga 80 meter, Red)," jelas Dwi.
Dia menyebut, posisi korban meninggal berada di sisi kiri sopir.
Serta lajur kedua di belakang kursi depan.
Sementara penumpang yang duduk di belakang sopir selamat.
"Sopir selamat, cuma patah kaki kiri. Sebelah sopir dua orang meninggal dunia," tandasnya. (rgl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria