Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Abdul Manan, Pimpinan Yayasan SD Darul Falah Surabaya yang Jadi Korban Kecelakaan Maut di Tol Solo-Ngawi Dikenal Ustad Humoris dan Pengurus NU

Ragil Listiyo • Minggu, 14 Juli 2024 | 01:15 WIB
Potret Abdul Manan, pimpinan yayasan SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya, jadi salah salah satu korban meninggal dalam kecelakaan maut di Tol Solo-Ngawi.
Potret Abdul Manan, pimpinan yayasan SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya, jadi salah salah satu korban meninggal dalam kecelakaan maut di Tol Solo-Ngawi.

RADARSOLO.COM - Kepergian sosok Abdul Manan, 69, satu dari enam korban meninggal dalam kecelakaan maut Isuzu Elf rombongan wisata guru SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya di Tol Solo-Ngawi, Ngemplak, Boyolali, menyisakan duka mendalam.

Betapa tidak, Abdul Manan yang merupakan pimpinan yayasan SD Darul Falah, selama hidup dikenal sebagai sosok ustad yang humoris.

Kenangan bersama Abdul Manan ini salah satunya diceritakan oleh Budiyono alias Cak Mat, sopir yang kerap menemani sang ustad mengisi kajian.

Dia tak menyangka, sosok ustad humoris yang kerap dia antarakan untuk berdakwah itu telah berpulang karena kecelakaan.

Cak Mat sendiri mengaku mendapat kabar duka itu dari adik ipar sang ustad, Zaki pada Sabtu (13/7) dini hari. Saat itu dia masih tidur lelap.

"Saya sudah tidur, tiba-tiba ditelepon Abah Zaki kalau ustad (Abdul Manan) kecelakaan. Saya jawab, 'di mana Bah? Di Tol, Cak.' Saya langsung kaget," ungkap Cak Mat, Sabtu (13/7).

Kejadian itu memang cukup memukul keluarga dan para jamaah.

Apalagi sosok Abdul Manan yang dikenal sebagai ustad humoris, dan sering menyampaikan petuah maupun ceramah dengan gaya santai dan mudah diterima.

Dia sudah bertahun-tahun mengantar sang ustad mengisi kajian di masjid-masdjid se Surabaya.

Apalagi yayasan sekolahnya kerap mengadakan kajian tafsir dan keislaman.

Abdul Manan, kata Cak Mat, juga jadi pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Kenjaren, Surabaya.

"Jadi pas ke sini (RS Pandan Arang Boyolali), Bu Nyai (istri Abdul Manan) nggak dikabari. Karena memang tidak ikut (rombongan wisata)," ucap dia.

"Paling mengena ya pas ngasih nasihat ke saya, 'sing sabar to Cak Mat'. Selalu memberi pesan buat sabar. Pak ustad selalu mengingatkan," imbuh Cak Mat.

Saat ini, pihaknya masih mengurus kepulangan jenazah Abdul Manan dan empat anggota keluarga lainnya.

Yakni, sang anak bungsu Abdul Manan, Achmad Rofiuzein.

Kemudian menantu Rifatul Rafafa dan dua cucunya, Adiba Mulazima Fuadah Falah serta bayi Abdurohman.

Sedangkan anggota keluarga yang masih dirawat ada tiga orang.

Yakni, Fahmi Muhammad masih dirawat di RS Pandan Arang Boyolali.

Lalu anak Abdul Manan, Moh Fajrul Falah dan menantu laki-laki Moch Nurul Alif yang dirawat di RS UNS.

Korban lainnya merupakan guru SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya.

"Mas Rofi itu, anak terakhirnya ustad. Masih lajang dan mau wisuda 27 Juli nanti di UIN Sunan Ampel Surabaya," tandas Cak Mat.

Diketahui, kecelakaan maut Isuzu Elf terjadi di Tol Solo-Ngawi KM KM 497+800 lajur B, Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali tewaskan 6 orang, Sabtu (13/7) pagi.

Minibus Elf itu mengangkut rombongan wisata SD Darul Falah Kenjaren, Surabaya yang akan rekreasi ke Jogjakarta.

Saat sampai di Tol Solo-Ngawi, Elf yang disopiri Sukir, 60, warga Kelurahan Padirejo Mawasrejo, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto itu menabrak bagian belakang truk sumbu tiga muatan bata ringan.

Tabrakan itu membuat Elf ringsek parah. Tercatat enam orang tewas dalam kecelakaan itu, dan belasan penumpang luka-luka. (rgl/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#kecelakaan #tol solo-ngawi #sd darul falah #elf #surabaya