Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Penyebab Meninggalnya Remaja di Ngemplak Boyolali Terungkap, Kecurigaan Keluarga Terbukti

Ragil Listiyo • Kamis, 1 Agustus 2024 | 04:08 WIB
Kasatreskrim Polres Boyolali Iptu Joko Purwadi (kanan) beri keterangan pers terkait penyebab meninggalnya Aan, remaja warga Ngemplak, Boyolali, Rabu (31/7/2024) malam.
Kasatreskrim Polres Boyolali Iptu Joko Purwadi (kanan) beri keterangan pers terkait penyebab meninggalnya Aan, remaja warga Ngemplak, Boyolali, Rabu (31/7/2024) malam.

RADARSOLO.COM- Penyebab meninggalnya Aan Henky Damai Setianto (AHD), 16, warga Dusun Genengan, Desa Manggung, Ngemplak, Boyolali, Selasa (30/7/2024) berhasil diungkap polisi.

Hasil otopsi, Aan meninggal dunia setelah mengalami kekerasan dari oknum anggota perguruan silat.

Tidak hanya sekali, remaja pendiam itu beberapa kali dianiaya dalam kurun waktu 16 -26 Juli 2024.

Aan ditemukan tak bernyawa di rumah neneknya di Desa Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali pada pukul 17.30.

Saat itu, mulut Aan berbusa dan berdarah. Kondisi tersebut membuat keluarga curiga Aan meninggal secara tidak wajar.

Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke polisi dan ditindaklanjuti dengan otopsi.

Kasatreskrim Polres Boyolali Iptu Joko Purwadi menuturkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.

Sedangkan otopsi jasad Aan dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Kota Solo dan hasilnya diketahui, Rabu (31/7/2024).

"Dari hasil otopsi dan pemeriksaan saksi, perkara ini kami tingkatkan ke tahap penyidikan,” ungkap Joko pada konferensi pers, Rabu (31/7/2024) malam.

“Ada indikasi korban meninggal dunia akibat kekerasan," tegasnya.

Hasil otopsi menunjukkan bahwa Aan mati lemas. Terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.

Diantaranya di bagian perut dan dada, serta luka organ dalam.

Sedangkan tanda mulut berbusa dan berdarah merupakan indikasi dari mati lemas.

Diberitakan sebelumnya, Darmudi, ayah Aan menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Aan mengaku sempat dianiaya anggota perguruan silat. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pengeroyokan #meninggal dunia #ngemplak #remaja #polres boyolali #Aan Hengky Damai Setianto #perguruan silat #penganiayaan