Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tingkatkan Literasi Pentingnya Program JKN di Kalangan Pelajar, BPJS Kesehatan Boyolali lakukan Sosialisasi di MAN 1 Boyolali

Angga Purenda • Rabu, 18 September 2024 | 22:58 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Boyolali saat melakukan sosialisasi terkait program JKN di MAN 1 Boyolali. 
BPJS Kesehatan Cabang Boyolali saat melakukan sosialisasi terkait program JKN di MAN 1 Boyolali. 

RADARSOLO.COM- BPJS Kesehatan Cabang Boyolali terus berupaya meningkatkan kesadaran pentingnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan pelajar.

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada para siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Boyolali.

Acara sosialisasi itu dikemas dalam kegiatan diskusi untuk mendukung program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil’ Alamin (P5RA).

Adapun tema yang diangkat Gaya Hidup Berkelanjutan dan Keteladanan dengan topik Jaminan Sosial untuk Masa Depan Lebih Cerah.

Materi disampaikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto.

Kegiatan tersebut juga terselenggara dalam rangka meningkatkan literasi jaminan sosial di kalangan pelajar.

Guna mendukung aksi implementasi instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program JKN.

Kepala MAN 1 Boyolali Mahsun Alwaid mengapresiasi atas terselenggarakan kegiatan diskusi P5RA tersebut.

Harapannya bisa terus ditingkatkan sehingga tidak hanya menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali saja tetapi juga narasumber dari instansi lainnya.

“Disamping itu, mungkin dari narasumber bisa memberikan alur terkait pengalaman dan pengetahuan BPJS Kesehatan. Harapannya agar siswa di sekolah kami yang jumlahnya 720 siswa bisa memahami itu,” terang Kepala MAN 1 Boyolali Mahsun Alwaid, Rabu (17/9/2024).

Lebih lanjut, Mahsun mengungkapkan, dengan adanya diskusi P5RA telah memberikan keuntungan tersendiri bagi para guru dan anak didiknya di MAN 1 Boyolali.

Terutama segala hal yang berkaitan dengan manfaat dari program JKN itu sendiri.

Baca Juga: Guru PAUD Asal Boyolali Daftar Menjadi Peserta JKN Secara Mandiri, Apresiasi Layanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Boyolali

“Kehadiran narasumber dari BPJS Kesehatan di sekolah tentunya memberikan keuntungan tersendiri. Begitu juga dari BPJS Kesehatan juga memperoleh keuntungan karena bisa mensosialisasikan program JKN kepada para siswa,” ucap Mahsun.

Mahsun mengungkapkan, rasa terima kasihnya karena bisa berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali dalam kegiatan P5RA tersebut.

Terlebih lagi bisa memberikan bekal kepada ratusan siswa terkait gaya hidup berkelanjutan dan keteladanan.

“Agar anak-anak memiliki pemahaman kelanjutan gaya hidup seperti apa. Mestinya para siswa juga bisa memilih agar sederhana, bermartabat, berwibawa dan sebagainya,” katanya.

Dirinya pun berharap kerja sama yang sudah terjalin dengan BPJS Kesehatan tersebut untuk bisa ditingkatkan. Tentunya dalam forum maupun tema lainnya.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat, khususnya kepada kami yang berada di MAN 1 Boyolali. Terutama bisa bermanfaat bagi anak-anak kami memperoleh pemahaman terkait BPJS Kesehatan,” ungkap Mahsun.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto mengungkapkan, sekolah selama ini telah membekali dunia kesehatan kepada para siswanya.

Terlebih lagi dunia kesehatan tidak hanya sekadar tenaga medis dan layanan kesehatan saja. Tetapi juga pengelolaan dari program JKN yakni BPJS Kesehatan.

“Jaminan kesehatan itu tidak memberikan layanan kesehatan, tetapi memberikan perlindungan agar tidak kesulitan saat sakit. Kesulitan di sini berkaitan dengan pembiayaan. Tidak perlu bingung lagi saat berobat ke rumah sakit. Itulah yang kami Kelola,” jelas Deddy.

Ia mengungkapkan, kehadiran BPJS Kesehatan menjalankan tugas untuk memberikan perlindungan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Terutama bagi mereka yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN.

“Dimulai dari Undang-undang (UU) yang awalnya Nomor 40 Tahun 2004 terkait sistem jaminan sosial nasional. Kemudian UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Sedangkan yang menjadi pelaksanannya yakni BPJS Kesehatan,” ucap Deddy

BPJS Kesehatan merupakan lembaga milik pemerintah yang menyelenggarakan program JKN. Sedangkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang merupakan kartu identitas. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#MAN 1 Boyolali #jkn #sosialisasi #jaminan kesehatan nasional #BPJS Kesehatan Boyolali