Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jaga Keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan Boyolali Perkuat Peran Kader JKN

Angga Purenda • Rabu, 5 Februari 2025 | 14:48 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto saat memberikan saat memberikan sambutan dihadapan kader JKN di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Boyolali.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto saat memberikan saat memberikan sambutan dihadapan kader JKN di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Boyolali.

RADARSOLO.COM-BPJS Kesehatan Cabang Boyolali terus perkuat kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Mengingat memiliki peran yang penting dalam menjaga sustainabilitas keberlangsung program JKN.

Kehadiran kader JKN bisa mempermudah peserta dalam membayarkan iuran dan mendapatkan informasi terbaru terkait program JKN.

Terlebih lagi keberadaan kader JKN juga bisa dimanfaatkan peserta dalam menyampaikan pengaduan tentang program JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto mengatakan, kader JKN yang ada di wilayah Boyolali telah berdampak positif terhadap keberlangsungan program JKN.

"Kader JKN ini memiliki peran yang sangat penting dalam kolektabilitas iuran. Jadi kami tentunya membutuhkan sinergi kolaborasi yang baik. Selain itu, kader membantu kami dalam menyampaikan informaso kepasa peserta terkait program JKN," ujar Deddy saat membuka kegiatan Monev dan Penandatangan PLS Kader JKN BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Boyolali, Selasa (4/2).

Deddy menekankan bahwa kader JKN saat bertugas di lapangan harus bersikap profesiobal serta menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan.

Ia juga berpesan kepada seluruh kader JKN agar bersikap humanis terhadap peserta.

Harapannya bisa membangun hubungan yanh baik dengan peserta binaan di wilayahnya.

"Kerja sama ini saya harap bisa terus berjalan dan kita bersama-sama mengawal Program JKN ini agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dikarenakan peserta ingin mendapatkan pelayanan yang terbaik dari BPJS Kesehatan," ujar Deddy.

Pada kesempatan itu, Deddy memberikan pembekalan kepada kader JKN yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama.

Harapannya dengan bekal yang diberikan itu bisa bertugas lebih baik. Terutama dapat memberikan pemahaman terkait program JKN kepada masyarakat.

Baca Juga: Gelar FGD, Dinkes Bersama BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Bahas Mekanisme Rujukan Puskesmas ke Rumah Sakit

"Pada 2025 ini akan banyak tantangan dan pengalaman baru yang didapatkan rekan-rekan kader JKN. Saya harap seluruh kader bisa terus semangat bekerja berkolaborasi bersama BPJS Kesehatan dalam menyampaikan informasi yang valid dan relevan kepada masyarakat," ujar Deddy.

Pihaknya pun mengapresiasi kepada seluruh kader JKN yang sampai saat ini masih bertahan dan tetap berkontribusi untuk BPJS Kesehatan.

Dirinya pun menekan agar kader JKN untuk dapat menjafa integritas menjadi hal yang harus ditanamkan mulai sejak dini.

Pada kesempatan itu, ada dua kader JKN yang mendapatkan reward untuk kinerjanya di 2024 dengan pencapaian pengumpulan iuran Rp 212.302.570 atas nama Giyanto dan Rp 193.175.933 atas bama Mieke Ulfalia Azzmi.

"Semoga dengan adanya reward dapat meningkatkan semangat teman-teman dalam mencapai target di 2025. Saya ucapkan terima kasih dab selama bertugas," ucap Deddy.

"Semoga tugas ini menjadi ibadah untuk kita semua. Artinya, teman-teman semua adalah yabg terbaik dan tolong jaga integritasnya saat bertugas di lapangan," pesannya.

Saat ini sudah banyak inovasi yang telah memberikan kemudahan layanan dan diakses oleh peserta JKN.

Salah satunya, Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB). Inovasi itu bisa menjadi bekal para kader saat di lapangan demi mendongkrak kolektabilitas iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

"Program REHAB adalah bekal teman-teman yang nanti akan bertugas di lapangan. Saya yakin dengan adanya inovasi ini, program rehab akan membantu teman-teman dalam memdongkrak kolektabilitas iuran," ujar Deddy.

Sementara itu, salah satu kader JKN BPJS Kesehatan Kantor Cabang Boyolali Beny Andoko mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas apresiasi dan kepercayaannya kepada dirinya san kader JKN lainnya.

Ia mengatakan, dirinya akan menjapankan amanah ini sesuai dengan tanggungjawab ketentuan yang berlaku serta menyebarluaskan informasi seputar JKN kepada masyaralat Boyolali dan Klaten.

"Tahun ini saya rasa akan lebih menantang dan saya akan coba mencapai target sesuai dengan kemampuan saya. Paling penting, saya bisa terus berkontribusi untuk BPJS Kesehatan. Bisa memberikan informasi terkait JKN kepada masyarakat," ujar Beny.

Kedepannya, dirinya pun berharap agar anggota JKN jangan sampai berkurang. Bahkan bisa bertambah, dari semula hanya 23 kader diharapkam bisa menjadi 29 kader sesuai penambahan kuota dari BPJS Kesehatan Cabang Boyolali. Jadi jangkuannya lebih luas.

Baca Juga: Puji Layanan Mobile Customer Service BPJS Kesehatan, Peserta JKN Asal Boyolali Terbantu Pengurusan Administrasi

Di sisi lain, Beny juga mengajak kepada peserta JKN yang memiliki tunggakan iuran agar segera melunasi.

Supaya kepesertaannya selalu aktif sehingga saat sakit datang tak terduga bisa langsung digunakan.

Dirinya juga berpesan, apabila mengalami kendala dalam pembayaran iuran, peserta JKN bisa memanfaatkan program REHAB.

"Peserta mandiri yang memiliki tunggakan bisa memanfaatkan program REHAB. Aksesnya cukup mudah yaitu melalui Aplikasi Mobile JKN atay bisa datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat," jelasnya. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kader JKN #program #BPJS Kesehatan Boyolali