RADARSOLO.COM - Di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali terdapat jembatan penghubung antardusun, yang konon menyimpan banyak cerita misteri.
Warga sekitar sering melihat penampakan di jembatan yang akses jalannya lumayan rusak tersebut.
Jembatan yang dimaksud merupakan penghubung antara Dusun Randu dan Tutup. Jembatan ini menjadi jalur utama warga.
Medan menuju ke sana cukup berkelok, dengan sisi selatan jalan terdapat pohon beringin besar.
Pohon beringin itu dipercaya sudah berumur ratusan tahun. Itu terlihat dari batangnya yang mengering.
Tiyah, warga Desa Jelok menjelaskan, jembatan tersebut sangat minim penerangan di malam hari.
Bahkan dulu, ada batang pohon beringin yang menjorok dan melitang di atas jalan. Ketika melintas, warga selalu membunyikan klakson. Tak sekadar memberi kode ke pengguna jalan lain, namun juga untuk sarana kulo nuwun.
“Pohon beringin di dekat jembatan itu memang sudah tua. Tak jarang ada pengguna jalan yang mengalami hal mistis. Biasanya mencium bau anyir atau wewangian yang semerbak. Selalu bikin merinding kalau lewat sana,” ujarnya, kemarin (15/2/2025).
Tiyah juga pernah mengalaminya, saat melintasi jembatan pada malam hari sekira pukul 22.00. Saat itu dia dibonceng suaminya.
“Pas jalan tanjakan, saya dan suami mendengar suara perempuan memanggil. Mas..mas begitu. Suami saya zwalnya mau berhenti. Tapi saya suruh jalan terus. Karena saya tidak melihat siapa-siapa,” beber Tiyah.
Sejumlah pengguna jalan lainnya juga mengaku pernah mengalami hal serupa. Saat batang pohon beringin masih yang menjorok ke jalan, ada pengguna jalan melihat sosok perempuan berambut panjang dan bergaun putih.
Sosok tersebut terlihat duduk di atas batang pohon tersebut. Tak ayal, pengendara motor itu langsung berhenti. Bulu kuduknya berdiri. Ditambah lagi muncul bau semerbak yang membuat suasana kian menyeramkan.
“Itu cerita yang saya dengar, dan banyak yang pernah melihat sosok perempuan berambut panjang di jembatan itu. Sampai sekarang kalau mau lewat, sebaiknya bunyikan klakson dulu. Sebenarnya biar pengguna jalan yang lain tahu. Sekalian kulo nuwun sama penunggu penunggu di sana,” ujarnya. (rgl/fer)
Editor : Damianus Bram