Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berkah Ramadhan: Kerajinan Tembaga di Cepogo Boyolali Laris Manis, Lampu Nabawi Jadi Buruan

Ragil Listiyo • Rabu, 26 Februari 2025 | 01:48 WIB
Perajin tembaga di Cepogo, Boyolali selesaikan pesanan lampu nabawi.
Perajin tembaga di Cepogo, Boyolali selesaikan pesanan lampu nabawi.

RADARSOLO.COM-Menjelang Bulan Suci Ramadhan, permintaan kerajinan tembaga di Cepogo, Boyolali mengalami lonjakan signifikan.

Salah satu produk yang paling diburu adalah replika lampu nabawi, yang digunakan sebagai ornamen masjid.

Peningkatan pesanan ini dirasakan salah satu galeri kerajinan tembaga di Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Menurut Brury, pengelola Restu Art Galery, Ramadhan tahun ini membawa berkah bagi perajin tembaga.

"Pesanan replika lampu nabawi naik signifikan. Biasanya, dalam satu bulan hanya dua hingga tiga set, kini mencapai 20 hingga 25 set," ungkapnya, Selasa (25/2/2025).

Pengerjaan lampu Nabawi memakan waktu sekitar 2-3 minggu per set, tergantung ukuran dan detail ornamen yang dipesan.

Dalam proses pembuatan lampu nabawi, pekerja memiliki tugas berbeda.

Seperti penempaan tembaga, ukiran kaligrafi, pewarnaan, pengamplasan, pemolesan, hingga tahap finishing.

Satu set lampu nabawi terdiri dari ornamen lingkar bertuliskan lafadz syahadat atau sholawat, serta belasan lampu gantung samping.

Ukuran lampu nabawi yang dipesan bervariasi, dari diameter 1 meter hingga 3 meter. Paling besar bisa mencapai diameter 3 meter.

Tingginya permintaan tidak hanya datang dari Pulau Jawa, tetapi juga dari luar daerah. Seperti Sulawesi dan Sumatera.

Baca Juga: Ini Komentar Pelatih Persebi Boyolali Jelang Lawan Persika Karanganyar di Final Liga 4 Jateng

Selain lampu nabawi, ornamen pintu kayu nabawi dengan hiasan kaligrafi berbahan tembaga juga banyak dipesan.

Kerajinan tembaga ini diminati karena memberikan kesan elegan, bernilai artistik tinggi, dan lebih awet dibanding bahan lainnya.

"Tembaga memiliki daya tahan lebih lama, tidak mudah karatan, serta memberikan nuansa etnik dan estetika yang kuat," tambahnya.

Harga satu set replika lampu Nabawi bervariasi, tergantung desain dan ukuran.

"Harga mulai dari Rp 25 juta per set, tergantung pada detail ornamen dan besarnya lampu yang dipesan," pungkas Brury.

Dengan tren permintaan yang terus meningkat, perajin tembaga di Cepogo, Boyolali, optimistis akan terus mendapat limpahan pesanan hingga menjelang Idul Fitri 2025. (rgl/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kerajinan #Boyolali #lampu #tembaga #cepogo #nabawi