Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kemeriahan Bakdan Sapi di Musuk Boyolali: Ternak Dimandikan dan Diolesi Minyak Wangi lalu Diarak Keliling Desa

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 7 April 2025 | 19:35 WIB
Ribuan warga menyemut di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali untuk mengarak hewan ternak dalam tradisi  Bakdan Sapi, Senin (7/4/2025).
Ribuan warga menyemut di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali untuk mengarak hewan ternak dalam tradisi Bakdan Sapi, Senin (7/4/2025).

RADARSOLO.COM-Warga Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali menggelar tradisi unik yang tak ditemukan di daerah lain.

Saat masyarakat merayakan Lebaran Ketupat atau kupatan pada H+7 Lebaran, warga Mlambong justru mengadakan Lebaran Sapi, atau dikenal Bakdan Sapi.

Sesuai namanya, Bakdan Sapi merupakan perayaan khusus untuk hewan ternak milik warga, terutama sapi.

Tak hanya warga setempat, masyarakat dari desa tetangga pun turut hadir meramaikan arak-arakan sapi yang digelar keliling kampung.

Sebelum diarak, setiap hewan ternak yang berpartisipasi dalam Bakdan Sapi terlebih dahulu dimandikan dengan air bunga dan diolesi minyak wangi.

Itu sebagai simbol kemakmuran dan bentuk rasa syukur atas kesehatan serta kelangsungan rezeki para peternak.

Tradisi ini dimulai dengan kenduri ketupat bersama. Warga membawa tenong (wadah khusus) berisi ketupat dan aneka lauk.

Ada opor ayam, sate, hingga sambal goreng. Menu-menu tersebut lalu ditata rapi di atas tikar.

Acara dilanjutkan dengan kirab gunungan hasil bumi. Kemudian disusul oleh arak-arakan puluhan sapi.

Menariknya, tidak hanya pria dewasa, wanita dan anak-anak juga ikut serta membawa atau bahkan menunggangi sapi milik mereka selama prosesi berlangsung.

Sebelum mengarak hewan ternak, warga menggelar kenduri ketupat.
Sebelum mengarak hewan ternak, warga menggelar kenduri ketupat.

Jaman, ketua RW IV Desa Sruni sekaligus tokoh masyarakat setempat menjelaskan, Bakdan Sapi telah menjadi tradisi turun-temurun.

Baca Juga: Komentar PT Jasamarga Toll Road Operation yang Bantah Abu Janda Jadi Komisaris Hilang, Ada Apa?

“Tradisi ini berlangsung secara turun-temurun sejak lama. Secara filosofi, tujuannya untuk mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat,” terang Jaman.

Bupati Boyolali Agus Irawan yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasinya atas pelestarian budaya lokal.

“Saya sudah minta langsung kepada ibu kadis Disporapar untuk mengalokasikan anggaran acara tahun depan. Semoga semakin meriah dan menjadi upaya mengembangkan sektor peternakan dan pertanian warga,” beber Agus.

Meskipun dinamakan Bakdan Sapi, tidak semua peserta membawa sapi.

Widodo, salah satu warga, justru membawa kambing kecil miliknya ke dalam arak-arakan.

Bupati Boyolali Agus Irawan memandikan sapi mengggunakan air dicampur bunga sebelum diarak dalam tradisi Bakdan Sapi.
Bupati Boyolali Agus Irawan memandikan sapi mengggunakan air dicampur bunga sebelum diarak dalam tradisi Bakdan Sapi.

“Namanya memang Bakdan Sapi, tapi sebenarnya boleh membawa hewan ternak apa saja. Tujuannya kan untuk pembersihan dan tolak bala bagi hewan-hewan ternak di sini,” jelas Widodo.

Tradisi ini kini telah menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Disporapar Boyolali.

Diharapkan bisa terus berkembang menjadi daya tarik wisata budaya khas Boyolali. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#BAKDAN SAPI #lebaran #Boyolali #hewan ternak #ketupat #musuk #tradisi