Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Nostalgia ke Masa Lalu, Pasar Klataan Boyolali Hadirkan Suasana Tradisional dan Makanan Klasik

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 14 April 2025 | 00:10 WIB
Pasar Klataan di Dusun Sidodadi, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali.
Pasar Klataan di Dusun Sidodadi, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali.

RADARSOLO.COM-Di Boyolali terdapat sebuah tempat yang menyajikan nostalgia masa lalu, yaitu Pasar Klataan.

Lokasinya di Dusun Sidodadi, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali.

Pasar ini bukan hanya sekedar tempat jual beli, tetapi juga menghidupkan suasana pedesaan tempo dulu.

Pasar Klataan yang terletak di tengah kebun jati, memiliki lapak-lapak yang terbuat dari bambu dengan atap jerami, menciptakan suasana yang kental dengan nuansa tradisional.

Pasar ini diadakan setiap minggu kliwon, sesuai dengan penanggalan Jawa.

Artinya, pengunjung yang tidak sempat mampir harus menunggu satu bulan untuk dapat menikmati pasar yang digagas oleh masyarakat Dusun Sidodadi ini.

Di dalam pasar, terdapat sekitar 30 lapak yang menawarkan berbagai macam makanan tradisional.

Seperti sego tiwul, jenang gendul, soto garing, sego jagung, gendar pecel, dan berbagai sajian lainnya dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp3.000.

Penjual di pasar ini juga mengenakan pakaian tradisional kebaya, semakin menambah kesan klasik pada suasana pasar.

Ketua Panitia Pasar Klataan Hartanto mengungkapkan, tujuan diadakannya pasar ini untuk menghilangkan stigma negatif yang dulu melekat pada kampungnya.

"Dulu, daerah ini dikenal sebagai kawasan 'merah', dianggap buruk oleh masyarakat luas. Kami ingin mengubah citra itu dengan kegiatan positif yang bisa meningkatkan citra kampung kami," ujarnya.

Pasar Klataan juga bertujuan membuka perputaran ekonomi di Kelurahan Banaran.

Baca Juga: CFD Giritontro Kembali Digelar, Bupati Setyo Sukarno Apresiasi Pemberdayaan UMKM

“Keberadaan pasar minggu kliwon ini juga menjadi bagian dari pelestarian budaya Jawa, terutama dalam mempertemukan masyarakat melalui kegiatan sosial dan ekonomi. Pasar ini simbol kebersamaan dan kerukunan,” kata Hartanto.

Hartanto optimis pasar ini dapat berkembang lebih besar.

“Kami sudah mengirim surat ke Disporapar Boyolali dan mendapat respon yang baik dari dinas, bahkan duta mas mbak Boyolali juga ikut terlibat,” terangnya.

Ia berharap Pasar Klataan bisa menjadi bagian dari agenda resmi Disporapar Boyolali.

Pasar Klataan telah berlangsung dua kali, dan direncanakan selalu diadakan setiap bulan sesuai dengan kalender Jawa.

“Karena memang hanya ada setiap satu bulan sekali dalam kalender Jawa, yang disebut Selapanan. Semoga bisa terus terlaksana,” ujar Hartanto.

Hanifah (32), datang dari Ampel hanya untuk mengunjungi pasar ini.

“Di TikTok ramai, jadi coba ke sini. Tempatnya juga bagus, rasanya tidak seperti di tengah kota,” ucapnya.

Selain lapak pasar, pengunjung juga bisa melihat berbagai macam hewan yang dipajang di tengah pasar.

Seperti ayam, kelinci, kambing, hingga ular piton, sebagai pelengkap suasana pasar yang semakin hidup. (fid/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #tradisional #nostalgia #jajanan #pasar klataan