Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perajin Tembaga Tumang Boyolali Digencet Pedagang Online yang Berani Hanya Untung Rp10 Ribu

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 15 April 2025 | 23:28 WIB
Perajin tembaga Tumang di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali yang mengeluhkan penjualan.
Perajin tembaga Tumang di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali yang mengeluhkan penjualan.

RADARSOLO.COM-Perajin tembaga Tumang di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali mengeluhkan penurunan jumlah pembeli.

Hal ini disebabkan maraknya pedagang online yang berjualan produk serupa dengan harga yang jauh lebih murah.

Ricky Ardian, salah satu perajin tembaga mengungkapkan, persaingan yang semakin ketat tidak hanya datang dari sesama perajin.

Tetapi juga pedagang online yang semakin menjamur.

"Faktor utama yang menyebabkan penurunan adalah pedagang online, karena mereka bisa menjual dengan harga yang jauh di bawah harga pasar,” kata Ricky, Selasa (15/4/2025).

Ricky dan rekan-rekannya mengaku kesulitan bersaing dengan pedagang online.

“Mereka bisa mendapatkan untung hanya sekitar Rp10 ribu-Rp15 ribu, karena tidak memikirkan biaya operasional seperti produksi, gaji karyawan, atau bahan baku,” beber dia.

Sejak 4 tahun terakhir, Ricky mengungkapkan, penurunan jumlah pembeli sudah mencapai 50-60%.

“Penjualan, baik lokal maupun ekspor, menurun drastis,” keluhnya.

Ricky menyebut tidak ada solusi pasti untuk mengatasi masalah tersebut.

"Ini bukan hanya masalah saya, tapi juga dialami oleh semua perajin tembaga Tumang,” tambahnya.

Baca Juga: Jateng Fokus Lindungi Pekerja Migran, Gubernur Luthfi Siapkan Strategi Pendampingan

Selain itu, perajin tembaga Tumang juga khawatir terkait tarif ekspor-impor diterapkan Pemerintah AS. 

Apalagi selama ini sebagian besar ekspor kerajinan tembaga Tumang masuk ke pasar AS. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kerajinan #Boyolali #pedagang online #persaingan #cepogo #tembaga tumang