RADARSOLO.COM-Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2025 resmi dibuka di Dukuh Kayen RT 05 RW 01, Desa Kayen, Kecamatan Juwangi, Rabu (7/5/2025).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Boyolali Agus Irawan.
Dilanjutkan penandatanganan naskah kerja sama oleh Bupati dan Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo.
Program TMMD Sengkuyung tahap II akan berlangsung selama 28 hari.
Mulai 6 Mei hingga 3 Juni 2025 dengan target utama betonisasi jalan sepanjang 873 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 0,15 meter.
“Juga betonisasi jalan sepanjang 18,5 meter, lebar 7,75 meter, dan tebal 0,15 meter," jelas Letkol Inf Wiweko dalam keterangan tertulis.
"Selain itu ada kegiatan nonfisik seperti pembagian sembako, perpustakaan keliling, pembagian Al-Qur’an, donor darah, serta beberapa penyuluhan,” imbuhnya.
Anggaran Rp778 Juta Libatkan 140 Personel
Pelaksanaan TMMD ini menelan anggaran senilai Rp778 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Boyolali, APBD Provinsi Jawa Tengah, dan swadaya masyarakat.
Rinciannya, APBD Provinsi sebesar Rp228 juta, APBD Boyolali sebesar Rp500 juta, dan partisipasi masyarakat sebesar Rp50 juta. Sebanyak 140 personel gabungan dari TNI, Polri, perangkat desa, dan warga Desa Kayen terlibat dalam program ini.
Sejalan dengan Visi Pembangunan Boyolali 2025–2030
Dalam sambutannya, Bupati Agus Irawan menegaskan, program TMMD selaras dengan visi pembangunan Boyolali 2025–2030.
Baca Juga: Bina Rohani Tahanan Mapolres Sukoharjo, Polisi Gandeng Muhammadiyah
“Saya membawa visi Pembangunan Tahun 2025–2030, yaitu terciptanya perubahan Boyolali yang semakin maju, nyaman dihuni, berdaya saing, dan ramah investasi menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Bupati berharap program TMMD mampu memberi dampak nyata, tidak hanya dalam bidang infrastruktur tetapi juga aspek sosial dan kemasyarakatan.
“Ini merupakan sebuah komitmen dari kami untuk memastikan seluruh wilayah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, mendapatkan perhatian yang adil dan merata dalam pembangunan. Bukan hanya pembangunan fisik tetapi juga membangun mental dan sosial masyarakat,” imbuh Agus.
Bupati juga mengajak seluruh warga Desa Kayen untuk terlibat aktif menjaga hasil pembangunan yang sudah dan akan dilakukan.
“Pembangunan bukan hanya soal membangun fisik, tetapi juga membentuk mentalitas dan rasa tanggung jawab bersama. TMMD ini sebagai momentum untuk desa bisa melangkah lebih maju menuju desa yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono