RADARSOLO.COM-Kontes dan Expo Sapi digelar Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Jateng di Pasar Hewan Jelok, Sunggingan, Kecamatan Cepogo, Boyolali, 17–18 Mei 2025.
Ratusan sapi dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Lampung turut ambil bagian dalam ajang adu kualitas hewan ternak yang memperebutkan Piala Ketua MPR RI.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan, kegiatan ini digelar menjelang Hari Raya Idul Adha sebagai upaya membantu peternak memasarkan sapi mereka kepada calon pembeli.
“Ini dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Merupakan upaya kami untuk mempersembahkan hewan ternak terbaik yang akan dijadikan hewan kurban,” ujar Muzani.
Muzani juga berjanji, penyelenggaraan kontes dan expo sapi berikutnya akan lebih besar.
Bahkan, hadiah utama tidak lagi dari MPR, melainkan dari Presiden.
“Insya Allah, karena setiap kali event kontes sapi di beberapa daerah, termasuk Boyolali, respons masyarakat selalu luar biasa. Mudah-mudahan tahun depan bisa dengan hadiah dari Presiden,” bebernya.
Sebagai pengurus APPSI, Muzani juga memimpin langsung lelang sejumlah sapi peserta kontes.
Muzani menambahkan, saat ini, peternak lokal baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan susu nasional.
“Sebanyak 75 persen kebutuhan susu masih bergantung pada impor, begitu pula dengan daging sapi yang sebagian besar masih didatangkan dari Australia dan negara lain,” beber Muzani.
Dalam event akbar tersebut juga digelar lelang. Salah satu peserta lelang yang paling aktif adalah Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Ia membeli tiga ekor sapi dengan bobot masing-masing sekitar 1 ton, dengan harga antara Rp120 juta hingga Rp125 juta per ekor.
Baca Juga: Sekolah di Sragen Gencar Sosialisasikan Senam Sejak Dini di Era Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Tak hanya itu, Sudaryono juga menghadiahkan dua ekor sapi jenis PO dan Limosin dengan bobot 800 kilogram sebagai hadiah tambahan bagi pemenang kontes.
Dalam sambutannya, Sudaryono berharap APPSI bisa menjadi jembatan penghubung antara peternak dan investor guna meningkatkan produksi daging dan susu dalam negeri.
“Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa kita harus terus menekan impor daging dan susu sapi. Semoga dalam lima tahun ke depan, peternak lokal bisa sepenuhnya mencukupi kebutuhan nasional,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, Kabupaten Boyolali menjadi kontributor terbesar dalam produksi daging sapi di provinsi ini.
“Jawa Tengah menyumbang 18,8 persen produksi ternak nasional atau setara 860 ribu ton. Dari jumlah itu, 60 persennya berasal dari Boyolali,” jelas Luthfi.
Ia berharap, melalui event seperti ini, kontribusi peternak lokal terhadap ketersediaan daging dan susu nasional dapat terus meningkat.
“Kontes ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga momen strategis untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar peternak lokal,” pungkasnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono