RADARSOLO.COM- Pengusutan dugaan penipuan oleh Koperasi Bahana Lintas Nusantara kembali berlanjut.
Dwi Triatmoko dan Aris Carmadi, nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara kembali menjalani pemeriksaan di Polres Boyolali, Jumat (30/5).
“(Pemeriksaan) untuk konfirmasi ulang laporan kemarin. Pak Dwi Triatmoko diperiksa sebagai korban, sementara saya diperiksa sebagai saksi,” ujar Aris radarsolo.com.
Dalam pemeriksaan tersebut, Aris mengungkapkan bahwa dua nasabah yang meninggal dunia.
Diduga, nasabah bersangkutan mengalami stres berat setelah mengetahui dana ratusan juta rupiah yang mereka diinvestasikan di Koperasi Bahana Lintas Nusantara macet.
“Ada teman dari Solo yang mengabari, kalau suaminya meninggal mendadak pada Minggu 25 Mei, karena kepikiran uangnya,” terang Aris.
Aris menjelaskan, nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara yang tinggal di Jakarta tersebut awalnya tidak mengetahui bahwa istrinya telah menggadaikan Surat Keterangan (SK) Pensiun ke salah satu bank senilai Rp300 juta pada 28 Februari 2025.
Uang itu seluruhnya diinvestasikan dalam program Si Pintar Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
“Suami ini baru tahu pada 5 Mei kalau istrinya menggadaikan SK pensiun. Tapi sampai sekarang belum dapat kluntingan (keuntungan) sepeser pun,” lanjut Aris.
Bersamaan dengan kejadian itu, kondisi kesehatan si suami drop dan akhirnya meninggal dunia.
Nasabah tersebut dimakamkan di Solo pada 28 Mei 2025.
Tak hanya satu, Aris juga menyebut ada nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara asal Salatiga yang meninggal dunia pada Jumat (30/5/2025) pukul 05.35.
“Beliau juga menginvestasikan dananya ratusan juta di Koperasi Bahana Lintas Nusantara," terangnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono