RADARSOLO.COM-Sejumlah korban dugaan penipuan Koperasi Bahana Lintas Nusantara akan mendatangi Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Provinsi Jateng, Selasa (3/6/2025).
Mereka ingin meminta kejelasan soal status hukum Koperasi Bahana Lintas Nusantara yang terindikasi melakukan penipuan terhadap nasabahnya.
JK, salah satu nasabah dan mantan pengurus Koperasi Bahana Lintas Nusantara menjelaskan, nasabah yang akan mendatangi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng berasal dari Boyolali, Solo, Salatiga, hingga Magelang.
“Rencananya seluruh korban yang melapor (ke polisi) dari berbagai daerah akan berangkat ke Semarang, datang ke Dinas Koperasi,” katannya, Minggu (1/6/2025).
Informasi yang diterima nasabah, Koperasi Bahana Lintas Nusantara telah dibubarkan sejak Oktober 2023.
Keputusan tersebut karena Koperasi Bahana Lintas Nusantara menjalankan praktik keuangan ilegal.
Namun, pada 30 Desember 2023, koperasi bersangkutan kembali beroperasi dengan nama baru.
“Dicabut izinnya karena melakukan aktivitas keuangan tanpa izin resmi. Tapi beberapa bulan kemudian muncul lagi dengan nama berbeda,” jelas JK.
Sebelumnya, lebih dari 30 nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara telah bertemu Satuan Tugas Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mereka berdiskusi terkait nasib dana para nasabah yang masih tersimpan di BLN.
"Belum ada kejelasan apakah bisa dikembalikan atau tidak,” lanjut JK.
JK menambahkan, beberapa pengurus cabang Koperasi Bahana Lintas Nusantara dari Boyolali dan Klaten dijadwalkan dipanggil ke Polres Boyolali untuk pemeriksaan awal, Senin (2/6/2025).
Aris Carmadi, juru bicara nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara turut mengonfirmasi adanya tambahan laporan dari korban baru, termasuk dari wilayah Magelang.
“Hari ini saja ada tambahan laporan dari Magelang,” ujarnya.
Aris juga membenarkan pihaknya telah berdiskusi dengan Satgas Pasti.
Tapi saat itu, dari pihak Dinas Koperasi tidak hadir. “Yang datang hanya dari Posbakum Boyolali,” pungkasnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono