RADARSOLO.COM- Polres Boyolali masih mengusut dugaan investasi bodong Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
Diperkirakan, jumlah nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara di Boyolali mencapai ribuan orang.
Tapi baru segelintir yang melapor ke polisi. Itu karena mereka masih berharap uang investasi jutaan hingga miliaran rupiah bisa kembali.
Dalam mencari calon nasabah, Koperasi Bahana Lintas Nusantara sangat lihai.
Mereka yang tadinya tidak tertarik, bisa berubah dengan penuh semangat dan tanpa curiga berinvestasi atau disebut menabur.
Sebut saja Jhon, nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
Kali pertama Jhon mengetahui aktivitas Koperasi Bahana Lintas Nusantara pada 2020.
Saat itu, salah seorang teman mengenalkan Koperasi Bahana Lintas Nusantara kepada si Jhon.
Tapi kala itu si Jhon tidak terdari bergabung sebagai nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
Dua tahun berselang, Jhon mendapati teman-temannya yang bergabung dengan Koperasi Bahana Lintas Nusantara mendapatkan keuntungan dari menabur.
Dari situ, Jhon mulai tergoda ikut menabur di Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
Setiap bulan, Jhon mendapatkan "kluntingan" alias keuntungan dari investasinya.
Baca Juga: Persis Solo Bocorkan Info Bakal Berlatih Kembali Dalam Waktu Dekat, Siapa Pemain Yang Akan Merapat?
Hingga 24 bulan, si Jhon mendapat transferan keuntungan menabur sebesar 200 persen tanpa capek bekerja.
“Di Koperasi BLN (Bahana Lintas Nusantara) ada usaha-usaha yang dijalankan. Di brosur disebutkan ada lebih dari 60 jenis usaha,” bebernya, Rabu (11/6/2025).
“Beberapa unit usaha berjalan, tetapi ada juga yang sekadar ada untuk memberi kesan (menyakinkan nasabah)," imbuh dia.
Sistem kerja Koperasi Bahana Lintas Nusantara mirip multilevel arketing (MLM).
Ada mentor yang bertugas memprospek calon nasabah.
Nasabah yang berhasil membawa calon nasabah baru akan mendapatkan poin.
"Karena punya banyak usaha, nasabah tidak ragu berinvestasi di Koperasi BLN,” kata Jhon.
Keterangan Jhon dikuatkan penuturan, Anton (nama samaran) yang juga nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
Nasabah yang kepincut menabur di Koperasi Bahana Lintas Nusantara tidak lepas dari peran tim promosi.
Anton menyebut, koperasi setempat memiliki tim khusus untuk membuat konten guna meyakinkan calon nasabah.
“Pernah ada konten ketua koperasi mengunjungi Tiongkok. Di videonya, dia memborong alat berat untuk usaha tambang koperasi,” ungkapnya.
“Tapi kenyataannya, dia hanya melihat pameran alat berat, tidak membeli apa-apa. Jadi itu hanya untuk branding,” lanjut Anton.
Diketahui, sejumlah nasabah di Boyolali, Solo, dan daerah lainnya telah melaporkan Koperasi Bahana Lintas Nusantara ke polisi.
Baca Juga: Unik, Replika Hewan Purba Bakal Dipajang di Kantor Bupati Sragen: Bahan Bakunya di Luar Nalar
Mereka juga membuat petisi agar aparat penegak hukum segera mengadili ketua Koperasi Bahana Lintas Nusantara Nicholas Nyoto Prasetyo Dononagoro. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono