Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mahasiswi Asal Boyolali Apresiasi Program JKN, Mengakses Layanan Kesehatan Tanpa Khawatir Soal Biaya

Angga Purenda • Jumat, 13 Juni 2025 | 00:33 WIB
Fany Nurlaitasari saat memperlihatkan Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimilikinya.
Fany Nurlaitasari saat memperlihatkan Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimilikinya.

RADARSOLO.COM-BPJS Kesehatan terus memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Memberikan perlindungan secara penuh dari berbagai penyakit yang dijamin tanpa biaya tambahan.

Salah satu peserta JKN yang merasakan manfaat langsung program jaminan kesehatan tersebut yakni Fany Nurlaitasari.

Mahasiswi asal Boyolali ini sangat terbantu dengan program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tersebut.

Seperti saat melakukan pemeriksaan maupun kontrol terkait penyakit fistula yang dialaminya.

Selama itu pula, program JKN telah memberikan perlindungan bagi Fany agar terhindar dari biaya berobat yang sangat tinggi.

Fany mengaku selama menjalani perawatan, dirinya merasakan pelayanan dari para tenaga medis tanpa adanya kendala.

Termasuk terkait administrasi untuk bisa mengakses layanan kesehatan. Seluruh tahapan dilalui dengan lancar dan tentunya tanpa mengeluarkan biaya.

“Saya bersyukur sekali dapat menjalani pemeriksaan ini dengan tenang. Pastinya sangat terbantu. Pelayanan kesehatan dengan program JKN sangat membantu saya untuk bisa mengetahui diagnose penyakit saya,” ujar Fany, Kamis (12/6/2025).

Lebih lanjut, Fany mengakui, saat mengakses layanan kesehatan dari sisi administrasi dapat diakses dengan mudah.

Apalagi biayanya ter-cover penuh oleh program JKN sehingga dirinya merasa tidak terbebani.

“Kalau tidak pakai JKN akan sangat membebani finansial saya. Jadi dengan JKN ini tidak perlu saya memikirkan berapa biayanya. Semua sudah dijami sampai tuntas,” ujar Fany.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Boyolali lakukan Audensi ke Bupati Klaten, Hamenang Tegaskan Komitmennya Dukung Program JKN

Ia menuturkan, pengobatan dan tindakan medis yang diperlukan bisa mencapai angka yang tidak sedikit.

Tentunya pengobatan tersebut akan diikuti dengan kontrol rutin dan obat-obatan yang harus dikonsumsi sehari-hari.

Hal itu semua akan menelan biaya besar, padahal Fany sendiri belum memiliki penghasilan tetap.

“Penyakit fistula ini saya alami sejak awal 2025. Ketika itu saya melakukan kontrol ke Faislitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) saya yang terdaftar. Setelah itu dolakukan serangkaian pemeriksaan, kemudian saya dirujuk ke RS PKU Aisyiyah Boyolali,” ujar Fany.

Fany pun merasakan tidak ada diskriminasi saat petugas memberikan layanan pada pasien.

Semua pelayanan diberikan sama tanpa memandang penjamin yang digunakan. Begitu juga bagi peserta JKN telah dilayani dengan baik. Semua prosedur layanan diberikan sesuai diagnosa dokter.

“Pelayanan bagus, seperti yang saya katakana sebelumnya. Tidak ada diskriminasi, semua layanan saya rasakan sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan, apakah saya menggunakan JKN atau pasien umum, semuanya saja saja bagus,” ujar Fany.

Di sisi lain, Guna menunjang kebutuhan kontrol rutinnya, Fany tak lupa menggunakan Aplikasi Mobile JKN.

Ia mendaftar antrean di rumah sakit dengan mudah tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan yang hendak dituju.

Dirinya pun berharap, BPJS Kesehatan dapat terus konsisten membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

“Saya gunakan untuk mendaftar antrean di rumah sakit. Sangat mudah dan tidak perlu antre terlalu lama. Keberadaan BPJS Kesehatan dan Program JKN sangat diperlukan bagi masyarakat yang sedang berjuang dengan sakitnya. Bisa mendapatkan layanan tindakan medis yang bisa dijangkau,” ujar Fany.

Berbekal pengalaman yang dimilikinya itu, Fany berpesan kepada masyarakat untuk terus meningkatakan kesadaran dalam menjaga kesehatannya. Termasuk memastikan dirinya dan keluarganya terdaftar aktif sebagai peserta JKN.

Menurut Fany, jaminan kesehatan sangat penting saat membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Meski saat sehat tetapi diharapkan tetap terdaftar menjadi peserta JKN.

Baca Juga: Berkomitmen Terapkan Tranformasi Digital, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Berikan Penghargaan kepada RS Cakra Husada dan RSU Islam Klaten

“JKN sangatlah menjadi penolong terkait beban biaya yang harus kita tanggung untuk pengobatan. Kalau tidak ada JKN, tetap terasa untuk biaya yang dikeluarkan. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang biasa-biasa saja,” tuturnya.

Di sisi lain, Fany mengungkapkan dengan menjadi peserta JKN dapat memanfaatkan aplikasi untuk mendukung dalam mengakses pelayanan kesehatan. Seperti aplikasi Mobile JKN yang terdapat menu skrining riwayat kesehatan.

Tentunya dengan mengisi beberapa pertanyaan, akan didapat hasil apakah peserta berisiko terhadap beberapa jenis penyakit atau tidak. Peserta diharapkan dapat memberikan jawaban dengan jujur agar hasil skrining menjadi valid.(ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#layanan #program jkn #biaya #BPJS Kesehatan Boyolali