Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Carita di Balik Lodji Papak di Juwangi Boyolali, Konon Pernah Dijatuhi Bom tapi Bangunan Tetap Utuh

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 15 Juni 2025 | 23:57 WIB
Bangunan Lodji Papak di Kecamatan Juwangi, Boyolali yang dibangun pada 1918.
Bangunan Lodji Papak di Kecamatan Juwangi, Boyolali yang dibangun pada 1918.

RADARSOLO.COM-Sebuah rumah tua peninggalan Belanda berdiri kokoh dan terawat di wilayah Kecamatan Juwangi, tepatnya tak jauh dari Stasiun Telawa.

Bangunan yang dikenal dengan nama Lodji Papak ini dulunya merupakan tempat tinggal para petinggi kolonial Belanda.

Kini, Lodji Papak difungsikan sebagai rumah dinas Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Telawa.

Irmawan, 35, juru kunci Lodji Papak mengatakan, bangunan tersebut telah berdiri sejak 1918 dan masih mempertahankan bentuk aslinya hingga kini.

“Belum ada perubahan besar. Mungkin hanya pengecatan tembok. Struktur bangunannya masih sama seperti pertama kali dibangun,” jelas Irmawan kepada radarsolo.com, Minggu (15/6/2025).

Bangunan dua lantai itu dipenuhi perabotan rumah tangga dan sejumlah lukisan bergaya klasik.

Namun, pihak pengelola tidak mengizinkan wartawan untuk mengeksplorasi bagian dalam bangunan demi menjaga kondisinya.

Menurut Irmawan, bangunan serupa juga ada di Gundi, Grobogan. Namun kondisinya sudah tidak terawat seperti Lodji Papak.

Lodji Papak kini sering menjadi lokasi favorit para influencer dan kru film untuk membuat konten bertema horor atau sejarah.

Terbaru, bangunan ini digunakan untuk syuting film horor selama tiga pekan. Dibintangi Yuki Kato, Wulan Guritno, dan Kevin Julio.

Sebagaimana bangunan peninggalan era kolonial, Lodji Papak juga tak lepas dari cerita mistis.

Irmawan menyebut bahwa banyak orang mengaku melihat penampakan noni Belanda yang sering terlihat berjalan-jalan di halaman.

Baca Juga: PDAM Solo Pastikan Pemindahan Jaringan Air Bersih di Jalan RE Martadinata Tak Ganggu Layanan Masyarakat

Sumiyati, 75, penjaga warung di depan Lodji Papak turut membagikan kisah turun-temurun tentang Lodji Papak.

“Di depannya dibom, tapi bangunannya tidak roboh,” katanya.

Ia juga menceritakan pengalaman kru film yang sempat mengalami hambatan saat syuting.

“Waktu itu beberapa kali tidak ada gambar. Saya bilang coba permisi dulu. Setelah itu lancar,” ujarnya.

“Dulu pas syuting itu banyak sekali yang nonton. Penuh dari depan Lodji sampai gapura dekat stasiun,” pungkas Sumiyati. (fid/wa)

Banyak kegiatan menarik di Parade Vario160 Madiun.
Banyak kegiatan menarik di Parade Vario160 Madiun.
Editor : Tri wahyu Cahyono
#peninggalan belanda #Boyolali #juwangi #lodji papak