RADARSOLO.COM-Komisi III DPRD Boyolali bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali resmi mengumumkan rencana pembangunan infrastruktur tahun 2025.
Pembangunan ini akan menyasar tiga bidang utama, yakni Binamarga, Sumber Daya Air (PSDA), serta Cipta Karya.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp119,9 miliar, dengan rincian:
- Bidang Binamarga: Rp96.489.662.000
- Bidang PSDA: Rp4.722.500.000
- Bidang Cipta Karya: Rp18.710.387.000
Ketua Komisi III DPRD Boyolali Gamma Wijaya menegaskan, pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
“Kami berharap, pembangunan yang ada di Boyolali membawa efek ganda bagi masyarakat, khususnya sektor UMKM,” kata Gamma, Jumat (11/7), usai rapat di ruang Fraksi PDI-P.
Gamma menyebut, seluruh proyek telah disetujui bersama mitra kerja DPUPR dan akan dimulai setelah proses lelang yang dijadwalkan pada pertengahan hingga akhir Juli 2025.
Beberapa proyek strategis yang akan dilaksanakan antara lain:
- Pembangunan Jembatan Pulutan Nogosari sebesar Rp4,43 miliar
- Pembangunan Jembatan Kiringan Ngargosari sebesar Rp4,5 miliar
- Pemeliharaan Jalan Pandanaran sebesar Rp22 miliar
“Sekarang masih proses sanggah lelang. Nanti kalau pekerjaan sudah dimulai, kami dari DPRD akan ikut melakukan pengecekan langsung di lapangan,” tegas Gamma.
Ia menambahkan, proses lelang sempat molor karena menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran.
“Efisiensi kan sudah klir, jadi seluruh proyek sudah kami setujui untuk masuk tahap lelang bulan ini,” imbuhnya.
Gamma berharap seluruh pengerjaan proyek dapat rampung sesuai target, yakni akhir Desember 2025.
“Mudah-mudahan bisa selesai semua. Jangan sampai ada proyek yang melompat tahun seperti tahun lalu,” pungkasnya. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono