Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jembatan Jalinan Boyolali, Warisan Kolonial yang Masih Bertahan Hingga Kini

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 28 Juli 2025 | 01:41 WIB
Jembatan Jalinan yang berada di Dukuh Jalirejo, Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali.
Jembatan Jalinan yang berada di Dukuh Jalirejo, Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali.

RADARSOLO.COM-Di tengah modernisasi infrastruktur, Jembatan Jalinan yang berada di Dukuh Jalirejo, Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali, tetap berdiri tegak.

Menjadi saksi bisu perjalanan sejarah sejak era kolonial Hindia Belanda.

Bangunan ini diyakini berdiri sejak awal 1900-an dan menjadi jalur utama penghubung desa dengan pusat kota.

Menurut warga, jembatan ini dahulu dibangun untuk mendukung distribusi hasil bumi, terutama tebu dan padi, menuju kota.

“Dulu itu memang sebagai jalur utama untuk warga sini ke jalan utama ke kota, sebelum ada jembatan baru,” ungkap Imam Tohari, 56, warga setempat.

Awalnya, kawasan ini merupakan bagian dari sistem irigasi teknis yang dirancang pemerintah kolonial untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Jembatan dibangun menggunakan batu bata merah dan semen kapur, khas konstruksi era Belanda, yang hingga kini tetap kokoh meski belum pernah mendapat renovasi besar.

Hanya bagian permukaan yang diperkuat dengan beton, sementara struktur aslinya tetap dipertahankan.

Kini, Jembatan Jalinan hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.

Warga masih memilih jalur ini karena lebih cepat dibanding memutar ke jembatan baru yang lokasinya lebih jauh.

“Kan bisa langsung, tidak harus ke timur dulu untuk lewat jembatan baru, lebih cepat juga,” ujar Anisa, penjual sayur yang setiap hari melintas di jembatan itu. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#akses warga #Boyolali #Jembatan Jalinan #infrastruktur #kolonial