RADARSOLO.COM-Komunitas Peduli Waduk (KPW) Waduk Cengklik berhasil membuat terobosan inovatif dengan mengubah enceng gondok yang melimpah di perairan waduk menjadi olahan bernilai tinggi.
Kini, enceng gondok sukses disulap menjadi digester biogas yang dimanfaatkan untuk kebutuhan UMKM di tempat wisata Honai.
Efendi Surono, Ketua KPW Waduk Cengklik mengungkapkan, inovasi tersebut berawal dari banyaknya pertumbuhan enceng gondok yang mengganggu di kawasan waduk.
Ia kemudian mencetuskan ide untuk mengolah enceng gondok menjadi biogas.
Awalnya, ide Efendi sempat mendapat penolakan karena enceng gondok merupakan bahan baru untuk produksi biogas.
"Karena orang-orang tahunya biogas itu dari kohe (kotoran hewan) ruminansia, seperti sapi dan kambing, tapi tetap saya coba," jelasnya, Minggu (3/8/2025).
Saat ini, hasil digester biogas dari enceng gondok sudah dirasakan manfaatnya oleh sekitar empat UMKM yang beroperasi di wisata Honai.
Efendi menjelaskan, gas yang dihasilkan dari pembusukan enceng gondok lebih banyak dan kualitasnya lebih baik dibandingkan biogas dari kotoran hewan atau gas tabung.
"Tekanannya lebih tinggi, bahkan apinya lebih panas dan lebih biru," terang Efendi.
Hanya dengan 40 kilogram enceng gondok, biogas yang dihasilkan mampu menyuplai kebutuhan empat kompor pedagang selama tujuh hari.
"Setiap tujuh hari kita isi, bahannya tinggal ambil di bawah," ucapnya.
Baca Juga: Pawai Mobil Hias Bakal Meriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI Di Sukoharjo
Tak hanya itu, limbah hasil pembusukan enceng gondok tidak dibuang begitu saja. Setelah gas habis, limbah tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk.
"Ke depan, kita akan upgrade bagaimana caranya gas hasil pembusukan bisa kita tampung di tabung, tidak langsung disalurkan," pungkas Efendi, menunjukkan ambisi untuk pengembangan lebih lanjut. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono