Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kisah Kusir Terakhir di Terminal Dokar Ngaru Aru Boyolali: Tidak Dapat Penumpang Jadi Hal Lumrah

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 12 Agustus 2025 | 02:49 WIB
Jono, masih setia menunggu penumpang di depan Terminal Dokar Ngaru Aru Jalan Pengging-Banyudono, Desa Ngaru Aru, Kecamatan Banyudono, Boyolali.
Jono, masih setia menunggu penumpang di depan Terminal Dokar Ngaru Aru Jalan Pengging-Banyudono, Desa Ngaru Aru, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

RADARSOLO.COM-Tak jauh dari Simpang Tiga Ngangkruk, Boyolali terdapat lahan yang dulunya ramai layaknya terminal mini.

Namun, kini tempat tersebut hanya diisi beberapa dokar alias andong.

Di depan lahan itu, terpampang papan nama bertuliskan Terminal Dokar Ngaru Aru.

Terletak di Jalan Pengging-Banyudono, Desa Ngaru Aru, Kecamatan Banyudono, terminal ini dulunya adalah tempat utama bagi warga yang beraktivitas di sekitar wilayah Pengging.

Namun, kini hanya tiga kusir dokar yang masih bertahan, dan itu pun tidak setiap hari.

Jono, 63, salah satu pemilik dokar mengungkapkan, ia hanya menarik dokar setiap hari Minggu.

Hal ini disebabkan oleh beralihnya warga ke kendaraan bermotor.

“Dulu kan memang belum banyak yang punya kendaraan, jadi banyak yang naik dokar, setiap hari pasti ramai,” jelasnya kepada radarsolo.com.

Jono, yang sudah menjadi kusir sejak tahun 1995 menceritakan, di masa jayanya, ada sekitar 15 dokar yang antre menunggu giliran menaikkan penumpang.

Saking ramainya Terminal Dokar Ngaru Aru ini bahkan memiliki penjaga.

"Ya mirip seperti terminal, ada penjaganya juga, sekarang sudah tidak ada lagi, lupa sejak kapan," ujar Jono.

Baca Juga: Mobil Dinas Kapolres hingga Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri Bakal Pakai Toyota Fortuner, Sedot Anggaran Segini

Saat ini, Jono mengaku kadang tidak mendapat penumpang sama sekali.

Jika beruntung, ia bisa mendapat penghasilan hingga Rp25 ribu.

Penumpang sekarang lebih banyak berasal dari warga yang ingin berkeliling desa, bukan lagi untuk bepergian ke pasar.

Tarifnya pun bervariasi, mulai dari Rp25 ribu untuk jarak dekat, hingga Rp50 ribu sampai Rp100 ribu untuk berkeliling desa.

Terminal Dokar Ngaru Aru menjadi saksi bisu perkembangan zaman, di mana moda transportasi tradisional kini beralih fungsi menjadi daya tarik wisata dan nostalgia. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#JALAN PENGGING BANYUDONO #Boyolali #banyudono #kusir #terminal dokar ngaru aru