Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Anggarkan Rp12 Miliar, Disperkim Boyolali Siap Tangani 800 Unit RTLH di 2025

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 20 Agustus 2025 | 01:21 WIB
Proses rehab rumah tidak layak huni (RTLH) di Klaten dengan memanfaatkan bantuan dari pemkab hingga pemerintah pusat.
Proses rehab rumah tidak layak huni (RTLH) di Klaten dengan memanfaatkan bantuan dari pemkab hingga pemerintah pusat.

RADARSOLO.COM-Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Boyolali telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar dari APBD 2025 untuk program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Bantuan ini ditargetkan untuk menangani 800 unit rumah.

Bantuan RTLH akan disalurkan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama sebanyak 500 unit dan tahap kedua sebanyak 300 unit.

Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Catur Kusumo menjelaskan, anggaran ini berasal dari APBD murni 2025. "Untuk anggaran perubahan belum," jelasnya, Selasa (19/8/2025).

Setiap unit rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta.

Dengan rincian Rp12,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.

Kusumo menambahkan, bantuan diberikan dalam wujud material, dan penerima bantuan melakukan pembangunan secara swadaya.

Bantuan dari Provinsi dan Kriteria Penerima

Selain dari APBD, Boyolali juga mendapatkan bantuan RTLH dari provinsi sebanyak 332 unit, dengan jumlah bantuan sebesar Rp20 juta per unit.

Proses pelaksanaan bantuan RTLH ini akan didampingi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), mulai dari verifikasi calon penerima hingga pelaksanaan dan pencairan bantuan.

Kusumo menjelaskan, kriteria penerima bantuan RTLH antara lain rumah dengan kondisi atap berupa daun atau genting lapuk, rangka atap rusak, lantai tanah atau plester, serta dinding dari kayu, bambu, atau tembok yang sudah rusak.

Baca Juga: Heboh! Tunjangan Beras Anggota DPR Naik Jadi Rp12 Juta Per Bulan, Adies Kadir: Menteri Keuangan Kasihan dengan Kami

Saat ini, Disperkim Boyolali juga sedang melakukan verifikasi data total RTLH yang ada di Boyolali, yang saat ini tercatat sebanyak 18.688 rumah.

“Sedang dilakukan verval (verifikasi dan validasi) untuk pemutakhiran data tahun 2026, apakah ada data tambahan baru atau ada pengurangan,” pungkas Kusumo. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#rumah tidak layak huni #Boyolali #rtlh #Disperkim #apbd #rehab