Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Berkat Progam Jaminan Kesehatan Nasional, Pasien Stroke Asal Boyolali Bisa Berobat Tanpa Khawatir Biaya

Angga Purenda • Jumat, 22 Agustus 2025 | 01:53 WIB
Petugas BPJS Kesehatan Boyolali saat berdialog dengan peserta JKN yakni Sri Muryani.
Petugas BPJS Kesehatan Boyolali saat berdialog dengan peserta JKN yakni Sri Muryani.

RADARSOLO.COM-Stroke sering kali jadi penyakit yang ditakuti masyarakat karena bisa menyerang secara tiba-tiba.

Terlebih lagi bisa menyebabkan gangguan serius pada kemampuan gerak dan fungsi tubuh.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis dengan perawatan jangka panjang.

Tetapi melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, pasien stroke mendapatkan layanan pengobtan tanpa harus terbebani biaya besar.

Hal ini yang dirasakan langsung oleh keluarga Sri Muryani, 50, warga Boyolali yang sedang menemani suaminya, Amin, 52, untuk kontrolnya atas penyakit stroke.

Berkat terdaftar sebagai peserta JKN, suami Sri dapat menjalani pengobatan dan terapi secara rutin.

Termasuk kontrol kesehatan dengan lebih terjami dan berkesinambungan.

“Saya telah menjadi peserta JKN sebagai segmen kepesertaan PBPU dan BP Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali selama beberapa tahun terakhir ini. Sedangkan saya telah menemani suami sejak April tahun 2024 sampai sekarang kontrol serangan stroke," cerita Sri, Kamis (21/8/2025).

Lebih lanjut, Sri mengungkapkan awal mula gejala pertama kali yang dialami suami yakni merasakan pusing hebat dan tekanan darah tinggi.

Setelah itu, gejala tersebut kambuh berulang kali, sehingga suaminya mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Sri menjelaskan, bahwa saat kondisi suaminya memburuk, sehingga keluarganya segera membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Pada serangan stroke pertama, Suaminya sempat dirawat inap selama beberapa hari di rumah sakit.

Baca Juga: Program JKN Bantu Pengobatan Istrinya, Bayu Bersyukur Semua Biaya Ditanggung Penuh BPJS Kesehatan

Setelah menjalani rawat inap, suaminya rutin melakukan kontrol ke dokter dan mengonsumsi obat-obatan secara teratur. Termasuk insulin sebagai bagian dari pengelolaan kesehatannya.

Dalam proses pengobatan suaminya, Sri mengaku merasa sangat terbantu dengan layanan dan penanganan medis yang dirinya terima sebagai peserta JKN.

Saat ini Sri menemani suaminya menjalani terapi fisik khususnya untuk kaki, karena hingga kini dirinya mengalami kesulitan berjalan.

Terapi tersebut juga sangat membantunya dalam proses pemulihan, meskipun masih merasakan kelemahan pada anggota tubuhnya.

“Saat ini, saya selalu berusaha untuk tetap optimis dan terus mengikuti semua anjuran medis agar kondisi dari suami saya dapat semakin membaik dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih mandiri,” ungkap Sri.

Sri tak menyangka, program JKN selalu hadir sebagai penolong dirinya dalam kondisi suaminya saat ini.

Ia tak terbayangkan olehnya jika harus membayar seluruh pengobatan dari suaminya sejak awal. Mengingat bisa menghabiskan puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah apabila menggunakan biaya pribadinya.

“Dari awal hingga saat ini, saya hanya perlu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai peserta JKN. Apalagi dari pihak rumah sakit juga menyampaikan hanya dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) semua proses administrasi berjalan lancar tanpa hambatan," ujarnya.

Menurut Sri, bantuan yang diberikan melalui program JKN sangatlah penting.

Terutama bagi keluarga besarnya yang telah menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

Lebih lanjut, Sri menyampaikan bahwa keberadaan program JKN sangat berarti bagi dirinya dan keluarganya. Ia berharap program tersebut dapat terus dipertahankan.

Dirinya tidak ingin program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan tidak diganti dengan sistem lainnya.

Baca Juga: Wujudkan Optimalisasi Pelayanan Peserta JKN, BPJS Kesehatan Boyolali Gelar Forum Kemitraan Pengelolan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan di Klaten

Menurutnya, program JKN telah menjadi penyelamat yang tak ternilai dalam proses pemulihan suaminya.

“Melalui program ini, saya bersama suami mendapatkan kesempatan untuk menjalani pengobatan dan perawatan yang diperlukan tanpa harus khawatir akan beban biaya yang besar," terang Sri.

"Jadi kami dapat fokus pada proses pemulihan. Program JKN ini sangatlah membantu untuk saya beserta suami, di samping gratis dari pemerintah saya juga bisa mendapatkan layanan kesehatan secara optimal dan setara dengan pasien lainnya,” imbuhnya.

Atas segala manfaat yang diperoleh, Sri berkomitmen untuk mendukung progam JKN yang digulirkan oleh pemerintah tersebut.

Berharap dapat terus dikembangkan dan diperkuat agar mampu menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks.

Di sisi lain, kehadiran program JKN dapat memastikan bahwa setiap warga negara memperoleh hak atas layanan kesehatan yang layak dan berkeadilan. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #pasien #bpjs kesehatan #jkn #stroke