Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Permohonan Dropping Air di Menurun, BPBD Boyolali Tetap Belum Bisa Tenang: Ini Penyebabnya

Abdul Khofid Firmanda Putra • Sabtu, 6 September 2025 | 00:24 WIB
Kawasan Boyolali diselimuti awan tebal, Rabu (20/8/2025).
Kawasan Boyolali diselimuti awan tebal, Rabu (20/8/2025).

RADARSOLO.COM-Kabupaten Boyolali memasuki musim kemarau basah.

Sejumlah wilayah yang biasanya kerap dilanda kekeringan, kini belum banyak melaporkan kekurangan air.

BPBD Boyolali mencatat belum ada permintaan penambahan dropping air bersih sejak awal Agustus.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Suparman mengatakan, permintaan terakhir dropping air bersih pada minggu pertama Agustus, dengan total hanya 14 tangki.

"Belum ada lagi, terakhir minggu awal bulan Agustus," jelas Suparman, Jumat (5/9/2025).

Waspada Angin Kencang dan Pohon Tumbang

Meskipun kekeringan tidak menjadi masalah utama, Suparman mengingatkan bahwa kemarau basah memiliki dampak tersendiri, yaitu angin kencang.

Beberapa waktu lalu, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan pendopo roboh.

"Imbauan tetap ada, karena musim kemarau basah cenderung berpotensi hujan dan angin. Untuk itu, warga masyarakat harus selalu waspada dan banyak menyampaikan informasi serta mitigasi dengan cara penebangan atau pemotongan ranting pohon yang berpotensi bisa mengancam,”  beber Suparman.

Untuk puncak kemarau, diperkirakan masih akan berlangsung hingga September.

BPBD Boyolali memprediksi laporan kekeringan tidak akan banyak hingga musim hujan tiba.

Baca Juga: Aset Pemerintah yang Rusak Akibat Kerusuhan Tidak Semua Terjamin Asuransi, Begini Kata OJK

Sebab persediaan air masih cukup dan beberapa tempat masih diguyur hujan.

Menurut data dari BMKG yang diterima BPBD, Oktober sudah memasuki musim hujan. (fid/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#angin kencang #BPBD Boyolali #kemarau basah #kekeringan #Air Bersih #dropping