RADARSOLO.COM - Pemenang tender pemeliharaan Jalan Pandanaran, Boyolali menjadi sorotan.
Diketahui pemenang tender merupakan kontraktor dari luar Pulau Jawa dan dituding bermasalah di daerah asalnya.
Hal tersebut diungkap Kelompok Masyarakat Anti Korupsi (Marak) Boyolali.
Mereka mendesak panitia tender proyek pemeliharaan Jalan Pandanaran Boyolali melakukan kajian ulang.
Koordinator Marak Boyolali Basori Rohmad menjelaskan, langkah tersebut diperlukan agar tidak menjadi polemik serta kepercayaan masyarakat Boyolali terhadap perubahan.
“Akan kami kawal terkait proyek Jalan Pandanaran senilai Rp 22 miliar. Ya, harus dilakukan lelang ulang terkait proses lelang yang diunggah pada 22 Agustus 2025,” jelasnya dalam rilis yang diterima radarsolo.com, Rabu (10/9/2025).
Sebagai perwakilan masyarakat antikorupsi, Marak Boyolali menyayangkan langkah panitia tender karena dinilai tidak cermat.
Basuki mengatakan, pihaknya berencana mendatangi dinas terkait guna meminta klarifikasi.
“Kalau memang ada kejanggalan maka keputusan harus ditinjau ulang dan dilakukan proses ulang,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Boyolali, Agus Irawan menjelaskan, proses lelang dilakukan sudah sesuai prosedur.
Bupati membantah bahwa ada pihak yang sengaja dimenangkan, pemenang diambil setelah mengikuti lelang.
Baca Juga: Papahan Punya Oksidator, Sampah Tuntas di Desa: Bupati Karanganyar Apresiasi Tinggi
“Dalam lelangnya kan memang menang. Semuanya sesuai dengan prosedur, bisa dicek semuanya, prosedurnya ada semuanya,” jelas Agus.
Terkait isu kontraktor tersebut memiliki masalah, bupati akan mengecek terlebih dahulu.
Agus berharap, semuanya berjalan dengan baik untuk mewujudkan Boyolali aman, tertib dan nyaman. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono