Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terdampak Proyek Jalan Pandanaran, Disdagperin Boyolali Siapkan Lokasi Alternatif Untuk PKL Simpang Siaga

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 25 September 2025 | 18:14 WIB

 

Kepala Didagperin Boyolali, Purnawan
Kepala Didagperin Boyolali, Purnawan

RADARSOLO.COM - Berlangsungnya proyek revitalisasi serta pemeliharaan jalan Pandanan tidak sekedar berimbas dengan di alihkannya arus lalu lintas di sekitar Simpang lima Boyolali.

Namun, proyek tersebut juga berimbas kepada Pedagang Kali Lima (PKL) yang biasa berjualan di area Simpang Lima.

Pasalnya, pedagang tidak bisa lagi berjualan di area simpang lima, karena sepanjang tugu susu tumpah hingga simpang lima akan dilakukan penutupan.

Oleh karenanya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) melakukan upaya agar PKL yang sebelumnya berjualan di sekitar area proyek tetap bisa berjualan.

Kepala Disdagperin Boyolali, Purnawan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan opsi alternatif penempatan PKL dari simpang lima Boyolali.

Purnawan menjelaskan, PKL simpang lima diarahkan untuk pindah berjualan di bawah ringin depan rumah dinas Bupati, serta sekitar Boulevard Sukarno jalan Merdeka Timur.

“Sebenarnya sejak tanggal 17 September kemarin itu kami (Disdagperin) sudah memberikan himbauan untuk bersiap, karena akan ada proyek,” jelas Purnawan, Kamis (25/9).

Purnawan mengungkapkan, PKL yang ada di Simpang lima terbagi menjadi dua paguyuban, yakni paguyuban PKL sisi barat, serta paguyuban PKL sisi timur.

Nantinya, PKL sisi timur diarahkan untuk sementara berjualan di Boulevard Sukarno, sedangkan PKL sisi barat diarahkan ke depan rumah dinas (rumdin) Bupati.

Data yang didapat Jawa Pos Radar Solo, saat ini ada 46 PKL yang berjualan di simpang lima, dengan rincian 30 PKL barat, serta 16 PKL timur.

“Karena memang kan paguyubannya berbeda, jadi kita siapkan beberapa alternatif. nanti, yang mau berjualan di Boulevad Sukarno bisa komunikasi dulu dengan paguyuban yang ada disana, yang rumdin kemarin sudah ketemu paguyuban, dan masih ada 5-7 space,” terangnya.

Purnawan menambahkan, saat ini sudah ada sebagian pedagang dari simpang lima yang mulai berjualan baik di Boulevard Sukarno, halaman parkir KFC, serta rumdin Bupati.

Diketahui, proyek revitalisasi serta pemeliharaan jalan pandanaran akan berlangsung hingga 30 Desember 2025 mendatang, dengan tahap awal berfokus pada rehabilitasi drainase, relokasi utilitas, pembangunan underpass tunnel, trotoar dan landscape, serta optimalisasi jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pada Kamis (25/9), sisi timur simpang lima Boyolali sudah mulai ditutup dan telah diberlakukan sistem dua arah untuk jalan sisi barat.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#pkl #Boyolali #simpang siaga boyolali #disdagperin #Jalan Pandanaran