RADARSOLO.COM-Damkar Satpol PP Boyolali mencatat penurunan signifikan jumlah kasus kebakaran di Boyolali.
Hingga minggu terakhir bulan September 2025, tercatat 50 laporan kasus kebakaran di seluruh wilayah dengan berbagai sebab.
Adapun rincian kasus kebakaran sebagai berikut:
- Januari: 3 kasus
- Februari: 3 kasus
- Maret: 4 kasus
- April: 5 kasus
- Mei: 3 kasus
- Juni: 8 kasus
- Juli: 10 kasus
- Agustus: 12 kasus
- September: 12 kasus
“Laporan saat ini jauh menurun dibanding tahun lalu, sebenarnya dua tahun ini laporan kasus kebakaran,” jelas Kepala Damkar Satpol PP Boyolali Supriyatin, Jumat (26/9/2025).
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya dan Faktor Penurunan: Kemarau Basah dan Sosialisasi
Supriyatin menjelaskan, penyebab kebakaran bermacam-macam mulai dari korsleting listrik, lupa mematikan kompor, membakar sampah, dan kebakaran lahan.
Sebagai perbandingan:
- Tahun 2023: 209 laporan kebakaran sepanjang tahun.
- Tahun 2024: 135 laporan kebakaran sepanjang tahun.
Data menunjukkan penurunan signifikan laporan kebakaran setiap tahun selama 3 tahun terakhir.
Menurut Supriyatin, penurunan tersebut salah satunya karena musim kemarau yang masih banyak diguyur hujan, atau disebut kemarau basah.
“Jadi itu salah satu alasannya juga, karena walau memang cuacanya sangat panas, tapi kemudian beberapa hari diselingi hujan,” ucapnya.
Supriyatin juga mengatakan bahwa laporan kebakaran lahan menurun drastis karena sudah banyak dilakukan sosialisasi ke masyarakat.
Baca Juga: CFD Manahan Resmi Ditiadakan, Solo Run Fest 2025 Bikin Jalan Ditutup Total
Damkar Boyolali Tetap Siaga dan Banyak Tangani Evakuasi Binatang
Supriyatin menambahkan, pihaknya bersyukur tidak banyak laporan kasus kebakaran di tahun 2025.
Namun, ia tidak menjamin data tersebut akan terus menurun sepanjang tahun. Sebab, bencana kebakaran tidak bisa diprediksi datangnya.
“Karena memang bencana, jadi sewaktu-waktu bisa terjadi, kami akan terus stand by ada maupun tidak ada, karena memang tidak bisa diprediksi,” imbuhnya.
Supriyatin menambahkan, bahwa kemarau kali ini banyak didominasi laporan terkait penanganan evakuasi binatang.
Damkar saat ini banyak menerima laporan evakuasi binatang seperti ular, biawak, serta tawon.
“Kalau setiap hari itu pasti ada laporan untuk evakuasi tawon, laporan juga ada yang evakuasi hewan ternak, kemarin juga baru evakuasi sapi masuk septic tank,” pungkas Supriyatin. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono