Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjaga Cahaya Ramadan: Ikhtiar Mempertahankan Kesalehan Pasca Ramadan

Ferry Ardi Susanto
Penulis: Ferry Ardi Susanto❯
Soleh Amini Yahman, Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi UMS. (Dok. Pribadi)
Soleh Amini Yahman, Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi UMS. (Dok. Pribadi)

Advertisement

 

Oleh: Drs. Soleh Amini Yahman, M.Si., Psi., Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi UMS

RADARSOLO.COM - Ramadan selalu datang sebagai musim spiritual yang istimewa dalam kehidupan seorang muslim ramadan bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender hijriah, tetapi sebuah momentum transformasi batin yang menghadirkan suasana religius yang sangat kuat.

Advertisement

Di bulan ini, ritme kehidupan berubah dimana masjid menjadi lebih hidup, Al-Qur’an lebih sering dibaca, tangan lebih ringan untuk bersedekah, dan hati terasa lebih dekat kepada Allah.

Bahkan orang yang pada hari-hari biasa jarang beribadah sekalipun sering merasakan dorongan spiritual yang lebih kuat selama Ramadan.

Namun pertanyaan reflektif yang penting muncul ketika Ramadan berakhir apakah kesalehan yang tumbuh selama satu bulan itu mampu bertahan dalam kehidupan setelahnya? Ataukah ia hanya menjadi pengalaman spiritual yang bersifat sementara, yang memudar perlahan ketika rutinitas kehidupan kembali seperti semula?

Advertisement

Baca Juga: Moderasi Positif dalam Pendidikan

Pertanyaan ini sesungguhnya menyentuh inti makna Ramadan itu sendiri.

Madrasah Ruhaniyah

Dalam perspektif Islam, Ramadan sering dipahami sebagai madrasah ruhaniyah, sebuah sekolah spiritual tempat seorang Muslim menjalani proses pembinaan diri secara intensif.

Puasa bukan hanya latihan menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah proses pendidikan jiwa yang melibatkan dimensi spiritual, psikologis, dan moral sekaligus. Al-Qur’an menegaskan tujuan utama puasa dalam firman Allah:

Advertisement
Editor : Ferry Ardi Susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

Diduga Belum Mengantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Lahan di Jenar Sragen Disorot

Diduga Belum Mengantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Lahan di Jenar Sragen Disorot

Aktivitas pengerukan lahan di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen menuai sorotan karena belum kantongi izin.

Ilmu yang Berkah Berawal dari Proses yang Jujur

Ilmu yang Berkah Berawal dari Proses yang Jujur

Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berpendapat terkait ilmu yang berkah berawal dari proses yang jujur.

Sumpah Pemuda di Era AI: Jangan Sampai Kita Canggih tetapi Kehilangan Jati Diri

Sumpah Pemuda di Era AI: Jangan Sampai Kita Canggih tetapi Kehilangan Jati Diri

Dr. Dwi Haryanti, M.Hum., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS menyoroti perayaan Hari Sumpah Pemuda di era digitalisasi dan AI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer