Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penderita Diabetes Asal Boyolali Ungkap Program JKN Banyak Berikan Bantuan saat Berobat

Angga Purenda • Rabu, 1 Oktober 2025 | 04:14 WIB

 

Rubiyati manfaatkan layanan administrasi JKN di BPJS Keliling di Kecamatan Klego, Boyolali.
Rubiyati manfaatkan layanan administrasi JKN di BPJS Keliling di Kecamatan Klego, Boyolali.

RADARSOLO.COM - Rubiyati, 50, warga Kabupaten Boyolali mengungkpakan kelegaannya karena bisa merasakan langsung manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ya, orang tua Rubiyati memiliki penyakit gula darah tinggi dan herpes, yang mengharuskan untuk menjalani pengobatan rutin.

Padahal, dia hanya seorang ibu rumah tangga.

Beruntung, orang tuanya memiliki JKN, rogram yang dikelola BPJS Kesehatan.

"Kami sangat menggantungkan pengobatan orang tua kepada BPJS Kesehatan," ujar dia, Selasa (30/9/2025).

Penanganan Medis Cepat

Rubiyati menceritakan pengalamannya harus menemani orang tuanya dirawat di rumah sakit selama beberapa hari karena komplikasi dari penyakit diabetes yang diderita.

Saat itu, kondisi gula darah ibunya melonjak tajam, sehingga dokter memutuskan agar pasien menjalani perawatan intensif.

Setelah mendapat penanganan medis yang cepat, gula darah orang tuanya kembali turun.

“Saya sempat khawatir karena kondisi ibu saya yang tidak bisa bangun karena sangat lemas. Tubuhnya juga benar-benar tidak bertenaga. Kepala ibu saya juga pusing, badan gemetar dan maupun makan tidak ada selera,” cerita Rubiyati.

Lebih lanjut, Rubiyati mengungkapkan, kondisi ibunya sekarang sudah mulai membaik.

Apalagi setelah disuntik insulin, gula darah pelan-pelan turun hingga menjadi normal.

Tubuhnya pun mulai kuat hingga bisa duduk secara mandiri.

Biaya Pengobatan Ditanggung

Orang tua Rubiyati terdaftar sebagai peserta program JKN dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

Seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Dari awal ibu saya mendapat perawatan, sama sekali tidak mengeluarkan biaya perawatan maupun beli obat. Semua ditanggung program JKN dari BPJS Kesehatan. Saya bersyukur sekali karena memang sangat terbantu dengan adanya asuransi dari BPJS Kesehatan,” ujar Rubiyati.

Dia menjelaskan, orang tuanya terdaftar sebagai segmen kepesertaan kelas 3.

Meski begitu, dirinya merasa sangat puas dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

Sang ibu mendapat ruang rawat inap yang cukup luas dan bersih saat di rumah sakit.

Serta mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan yang ramah, meski terdaftar sebagai peserta JKN segmen kepesertaan kelas 3.

“Kamarnya nyaman, tidak sempit. Padahal saya pikir kalau kamar kelas 3 itu kurang layak, tapi ternyata bagus. Perawat dan dokternya juga murah senyum, baik-baik semua,” tambah Rubiyati.

Selama menjalani perawatan, Rubiyati setia selalu menemani sang ibu sampai kondisinya semakin membaik.

Selain merawat, kehadirannya sekaligus menjadi penyemangat tersendiri bagi sang ibu yang terus berjuang untuk sembuh.

“Saya yang bantu ke kamar mandi dan mengambilkan makanan. Namanya sudah tua, selagi kita masih diberikan kesehatan dan dekat domisili dengan orang tua, pasti kita mengusahakan yang terbaik,” ujar Rubiyati.

Kini kondisi orang tua Rubiyati mulai berangsur membaik.

Penyakit yang semula sering kambuh, kini mulai mereda.

Begitu juga dengan kadar gula darahnya perlahan stabil.

Rubiyati berharap, dari kisahnya itu bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan.

Serta selalu memastikan kepsertaan BPJS Kesehatan karena manfaatnya benar-benar dibutuhkan banyak orang. (ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#diabetes #bpjs kesehatan #jkn #layanan BPJS Kesehatan