RADARSOLO.COM- Keberadaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah menjelma menjadi sebuah jaring pengaman sosial yang vital bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Program ini hadir dengan visi memberikan jaminan kesehatan yang adil dan merata. Sebuah manfaat yang secara nyata dirasakan oleh jutaan keluarga.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Sumiyati, 37, seorang ibu wiraswasta yang tinggal di Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.
Sumiyati dengan tulus membagikan pengalamannya yang berharga dalam memanfaatkan program JKN untuk memulihkan kesehatan sang anak tercinta.
Pengalamannya tidak hanya menyoroti efektivitas program, tetapi juga menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan bagi stabilitas keluarga.
Ia memulai ceritanya ketika putranya mulai menunjukkan gejala sakit yang mengkhawatirkan.
"Awalnya anak saya mengalami panas tinggi, diikuti dengan mual dan diare. Sebagai orang tua, tentu saja saya langsung panik dan segera membawanya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar, yaitu Puskesmas Klego 2," ujar Sumiyati, Rabu (29/10/2025).
Dokter di Puskesmas setelah melakukan pemeriksaan awal, menyatakan diagnosis yang memerlukan perhatian serius.
"Dokter di Puskesmas Klego 2 menyatakan anak saya sakit tipes. Dari dokter menyarankan agar anak saya segera menjalani rawat inap," lanjut Sumiyati.
Beberapa hari menjalani perawatan di FKTP, kondisi sang anak tidak kunjung menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Dokter Puskesmas yang melihat kebutuhan penanganan lebih lanjut, mengambil keputusan untuk melakukan rujukan.
"Setelah beberapa hari dirawat di puskesmas dan keadaannya tidak kunjung membaik, akhirnya dokter memberikan rujukan untuk melakukan rawat inap di rumah sakit rujukan yakni Rumah Sakit (RS) Waras Wiris," kata Sumiyati.
Proses rujukan yang berjalan mulus menjadi bukti integrasi sistem layanan JKN yang bekerja dengan baik.
Memastikan pasien mendapatkan tingkat perawatan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Anak Sumiyati harus menjalani perawatan intensif selama tiga hari tiga malam. Perawatan yang optimal membuahkan hasil.
"Alhamdulillah, setelah mendapatkan perawatan yang optimal, kondisinya mulai membaik. Saat ini anak saya hanya membutuhkan masa pemulihan dengan rutin melakukan kontrol kesehatan. Sudah dua kali ia menjalani kontrol dan setiap kali melihat perkembangannya, hati saya terasa lega," papar Sumiyati.
Ia sangat berharap pada kunjungan berikutnya, dokter akan menyatakan anaknya sembuh total dan tidak perlu lagi menjalani kontrol.
Momen krusial ini membuka mata Sumiyati betapa berharganya menjadi peserta JKN.
Sumiyati terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, yang berarti iuran bulanannya ditanggung oleh pemerintah.
"Saya merasa sangat beruntung karena telah lama terdaftar sebagai peserta JKN. Keikutsertaan ini benar-benar memberikan manfaat nyata, terutama ketika anak saya mengalami sakit tipes," katanya.
"Saya tidak lagi dibebani pikiran tentang biaya pengobatan, karena seluruh biaya telah ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN," lanjut dia.
Kondisi itu membuat, Sumiyati lebih fokus untuk mendampingi dan merawat anaknya.
Tanpa harus memikirkan beban finansial yang sering kali menjadi kendala bagi banyak keluarga.
Dirinya bersyukur dan semakin yakin bahwa menjadi peserta JKN adalah bentuk perlindungan penting bagi keluarganya.
Di sisi lain, Sumiyati memuji kualitas pelayanan di RS Waras Wiris yang dinilainya sangat baik dan memuaskan meski berstatus peserta JKN.
"Sejak awal kami datang, para perawat menyambut dengan ramah dan memberikan pelayanan yang penuh perhatian. Tidak hanya kepada anak saya sebagai pasien, tetapi juga kepada saya sebagai orang tua yang mendampingi," katanya.
Menurutnya, para siswa selalu sigap membantu setiap kebutuhan dan memastikan kenyamanan anaknya selama dirawat. Begitu juga dengan kinerja dokter yang menangani putranya.
"Dokter melakukan pemeriksaan dengan sangat teliti dan hati-hati. Setiap hasil pemeriksaan dijelaskan secara detail. Menggunakan bahasa yang mudah saya pahami, sehingga saya benar-benar mengerti kondisi kesehatan anak saya," tuturnya.
"Pelayanan seperti ini membuat saya merasa tenang dan percaya bahwa anak saya berada di tangan yang tepat," pungkas Sumiyati.(ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono