RADARSOLO.COM- Satlantas Polres Boyolali memastikan kawasan Simpang Lima dibuka untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Namun, pembukaan akses ini bersifat terbatas karena beberapa bagian konstruksi masih dalam tahap pengerasan beton.
Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Tri Afandi mengungkapkan, sisi timur yang tengah dibangun terowongan (tunnel) belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan.
“Karena umur beton belum bisa dibuka untuk Nataru. Jadi dari arah Sunggingan (Semarang) belum bisa langsung lurus, harus diarahkan dari jembatan ke kanan dulu,” jelas Fandi, Selasa (16/12).
Skenario Rekayasa Arus Lalu Lintas
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dishub, DPUPR, dan pengembang proyek untuk menetapkan alur kendaraan sebagai berikut:
- Dari Arah Sunggingan (Semarang): Kendaraan melewati ruas barat jembatan.
- Arah Putar: Belok ke kanan melewati sisi barat Patung Kuda.
- Melintas Polsek: Melewati depan Mapolsek Boyolali Kota.
- Percabangan: Dari depan Polsek, pengendara bisa memilih turun ke arah Jalan Pemuda atau langsung menuju Simpang Tugu Susu Tumpah.
Fandi menjelaskan, pembukaan maksimal jalur ini akan dilaksanakan pada 18 Desember 2025 bertepatan dengan dimulainya operasi pelayanan Nataru.
Fasilitas Tambahan dan Tanpa Pembatasan Kendaraan
Guna menjamin keamanan di area proyek yang dibuka, kawasan Simpang Lima akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti:
- Rambu petunjuk dan rambu arahan.
- Water barrier untuk pembatas jalur.
- Lampu penerangan jalan tambahan.
Meskipun tidak ada pembatasan jumlah kendaraan yang melintas, kepolisian tetap waspada mengingat akan ada kegiatan perayaan tahun baru di titik tersebut.
“Mari kita berikan pelayanan dan kesan yang baik di Kabupaten Boyolali. Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan serta kenyamanan bagi warga yang merayakan Natal dan Tahun Baru 2026,” tutupnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono