Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Proyek Rampung Tapi Dana Tak Kunjung Cair, Ratusan Warga Desa Jeruk Selo Boyolali Geruduk Kantor Desa Hingga Bakar Ban

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 24 Desember 2025 | 01:37 WIB
Warga saat mendatangi Kantor Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Boyolali, Selasa (23/12/2025).
Warga saat mendatangi Kantor Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Boyolali, Selasa (23/12/2025).

RADARSOLO.COM–Suasana di Kantor Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Boyolali memanas, Selasa (23/12/2025).

Ratusan warga mendatangi balai desa untuk menuntut kejelasan terkait keterlambatan pencairan dana pembangunan infrastruktur yang telah selesai dikerjakan secara swakelola.

Ketegangan sempat memuncak saat sejumlah warga melakukan aksi bakar ban di depan kantor desa sebagai bentuk protes atas lambannya respons pemerintah desa (pemdes).

Warga merasa dirugikan karena harus berutang dan menggunakan dana pribadi demi merampungkan proyek di lingkungan mereka.

Warga Terlilit Utang Demi Infrastruktur

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jeruk, Sunardi menjelaskan, warga bersama panitia pembangunan telah menyelesaikan enam titik proyek fisik sejak awal November lalu.

Proyek tersebut meliputi pembangunan talud, rabat beton, hingga cor gandul.

Meskipun pekerjaan telah selesai 100 persen dan sudah mendapatkan sertifikasi dari pihak kecamatan, dana pengganti dari pihak desa belum juga turun.

“Warga menuntut pencairan karena proyek sudah selesai. Sistemnya swakelola, jadi warga menalangi dulu. Harusnya paling lambat 15 Desember kemarin dana sudah cair, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” tegas Sunardi.

Pj Kades Akui Kelalaian Administrasi TPK

Pj Kepala Desa Jeruk Joko Santoso mengakui adanya kendala internal yang menyebabkan hak warga terhambat.

Ia menyebut tim pelaksana kegiatan (TPK) desa lamban dalam menyusun berkas administrasi pencairan, padahal dana desa maupun bantuan provinsi sudah tersedia di kas desa.

Baca Juga: Akhirnya, 3.091 Honorer di Klaten Terima SK PPPK Paruh Waktu

"Pihak yang menyiapkan berkas-berkas administrasi itu lambat sehingga pencairan molor. Padahal jauh hari sudah kami ingatkan. Warga tentu tidak terima karena mereka sudah mengeluarkan modal sendiri agar proyek bisa jalan," jelas Joko.

Soroti Buruknya Pelayanan Desa

Selain masalah dana, aksi massa ini juga menjadi ajang pelampiasan kekecewaan warga terhadap kualitas pelayanan publik di Pemdes Jeruk. Warga mendesak adanya reformasi birokrasi di tingkat desa agar lebih responsif dan profesional dalam melayani masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian tanggal pencairan dana tersebut.

Mereka mengancam akan kembali dengan massa yang lebih besar jika kesepakatan yang dihasilkan dalam audiensi hari ini kembali diingkari. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#desa jeruk #Belum dibayarkan #Boyolali #geruduk balai desa #dana #selo #proyek