RADARSOLO.COM – Ritual "bakar-bakar" ikan yang menjadi tradisi wajib malam pergantian tahun membawa angin segar bagi para pembudidaya ikan di Kabupaten Boyolali. Menjelang detik-detik akhir 2025, geliat panen raya mulai terlihat, salah satunya di sentra budidaya gurame Dusun Jetis, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Jumat (26/12).
Lonjakan permintaan pasar menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) memaksa para petani ikan untuk memacu masa panen. Dias Ismawan, salah satu pembudidaya gurame setempat, mengungkapkan bahwa setiap akhir tahun, ikan-ikan produksinya menjadi "primadona" yang diburu oleh pengelola restoran hingga kolam pemancingan di berbagai daerah.
"Permintaan melonjak tajam, terutama dari kawasan wisata kuliner seperti Janti, Jombor, hingga Tlatar. Momennya pas, banyak warga yang mencari ikan gurame untuk acara bakar-bakar akhir tahun," jelas Dias saat ditemui di sela kesibukan memanen ikan, Jumat (26/12).
Dalam sekali panen, Dias mampu mengangkat sekitar 600 hingga 700 kilogram gurame hitam berkualitas. Ikan yang dipanen rata-rata memiliki bobot ideal untuk konsumsi, yakni berkisar antara 5 hingga 9 ons per ekor. Di tingkat petani, harga jual gurame hitam ini masih bertahan di angka kompetitif, yakni Rp31.000 per kilogram.
Senada dengan Dias, Bayu, seorang pengepul ikan, mengakui adanya eskalasi volume pengiriman selama libur Nataru. Dalam sehari, ia mampu menyetorkan 3,5 hingga 4 kuintal ikan gurame ke sejumlah titik distribusi. Bahkan, pada puncak permintaan, volume setoran bisa melonjak hingga 6 kuintal per hari.
"Kalau sedang ramai begini, sehari bisa sampai dua mobil untuk setoran. Mayoritas kami kirim ke restoran-restoran besar di wilayah Semarang, Janti, hingga Rowo Jombor di Klaten," ungkap Bayu.
Meski volume pengiriman meningkat dibandingkan hari biasa, Bayu mencatat adanya sedikit anomali pada musim liburan kali ini. Ia merasakan permintaan total tahun ini cenderung melandai jika dikomparasikan dengan periode Nataru tahun lalu.
Walau tidak mengetahui secara pasti penyebabnya, faktor pergeseran minat konsumsi atau daya beli masyarakat di akhir tahun diduga menjadi salah satu pemicunya.
Kendati demikian, para pembudidaya di Banyudono tetap optimis. Pasokan ikan gurame dari Boyolali tetap menjadi tulang punggung rantai pasok kuliner di Jawa Tengah, memastikan ketersediaan hidangan segar bagi wisatawan yang merayakan pergantian tahun di berbagai pusat rekreasi air dan restoran keluarga. (fid/bun)
Editor : Kabun Triyatno