RADARSOLO.COM–Tim Reaksi Cepat Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Boyolali harus berjibaku dengan tiga laporan evakuasi ular jenis piton (sanca) di lokasi yang berbeda hanya dalam waktu satu hari, Jumat (9/1/2026).
Salah satu insiden unik terjadi di Karanggede, di mana seekor ular terjebak di sela kandang karena kekenyangan setelah memangsa ayam milik warga.
Drama "Ayam Jadi Ular" di Karanggede
Nasib apes dialami Sartono, warga Pengkol, Karanggede. Berniat menengok ayam peliharaannya yang hendak dijual pada pukul 05.40, ia justru mendapati pemandangan mengejutkan.
Ayam yang ia cari telah hilang, berganti dengan seekor ular piton berukuran hampir tiga meter yang meringkuk di dalam kandang.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono menjelaskan, ular tersebut tidak bisa melarikan diri karena tubuhnya membesar pasca-mangsa.
"Saat didatangi petugas, ayamnya sudah 'berubah' jadi ular. Ularnya terjepit di sela-sela kandang karena kekenyangan, tidak bisa keluar," jelasnya.
Teror Gorong-gorong di Kelurahan Tanjung
Laporan kedua datang dari Dukuh Tanjung, Kelurahan Tanjung, Boyolali. Seorang warga yang hendak memberi makan kambing dikagetkan dengan penampakan badan hingga ekor ular yang masih menjuntai di mulut gorong-gorong.
Tim Damkar Pos Klego segera meluncur untuk menarik predator tersebut sebelum masuk lebih dalam ke sistem drainase.
Ular di Tumpukan Bambu Sawit
Laporan terakhir diterima dari Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali.
Baca Juga: Dana Desa Dipangkas, Upaya Tekan Kemiskinan di Sragen Terganjal
Warga bernama Kuntarti awalnya curiga mendengar suara gaduh dari arah kandang ayamnya pada siang hari.
Setelah diperiksa, ia menemukan seekor ular piton sedang bersembunyi di tumpukan bambu tepat di samping kandang. Khawatir ternaknya habis dimangsa, ia segera menghubungi petugas.
Pelepasliaran Jauh dari Pemukiman
Supriyono memastikan seluruh proses evakuasi di tiga lokasi tersebut berjalan lancar tanpa ada personel maupun warga yang terluka.
Saat ini, ketiga ular piton tersebut diamankan di Pos Damkar untuk observasi singkat sebelum dikembalikan ke habitat yang jauh dari jangkauan penduduk.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama di sekitar area kandang ternak yang sering menjadi incaran ular saat musim hujan seperti sekarang," pungkas Supriyono. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono