RADARSOLO.COM–Geliat ekonomi di Kecamatan Karanggede, Boyolali kembali berdenyut.
Pemkab Boyolali menggelar tradisi slup-slupan sekaligus pembukaan Pasar Darurat Karanggede, Sabtu (17/1/2026).
Peresmian ini menandai babak baru bagi ratusan pedagang untuk kembali beraktivitas secara layak setelah musibah kebakaran melanda pasar utama pada November 2024 silam.
Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana yang meresmikan pasar darurat menyatakan, pembangunan pasar darurat ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah untuk menjamin keberlangsungan ekonomi rakyat.
"Kita harus buat pasar tradisional lebih ramai dari pasar modern. Mari kita ajak seluruh masyarakat untuk lebih senang belanja di pasar tradisional. Saya berpesan kepada pedagang untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan agar pembeli merasa nyaman," ujar Fajar.
Fajar juga membocorkan rencana besar Pemkab Boyolali yang telah menyiapkan anggaran pembangunan Pasar Induk Karanggede pada tahun anggaran 2026.
Targetnya, pasar yang baru menjadi pusat perdagangan yang lebih representatif dan modern di wilayah Boyolali utara.
Fasilitas Lengkap dan Antusiasme Tinggi
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali Purnawan Raharjo mengatakan, aktivitas jual beli langsung padat sesaat setelah Pasar Darurat Karanggede diresmikan.
"Fasilitas air, listrik, dan tempat parkir sudah tersedia. Lokasi pasar darurat ini berada di sebelah timur pasar utama, tepatnya di atas tanah kas desa Kebonan seluas 11.346 meter persegi," jelas Purnawan.
Diketahui, pembangunan pasar darurat menelan dana lebih dari Rp 3 miliar yang bersumber dari APBD.
Fasilitas yang tersedia mencakup:
- 110 Kios permanen.
- 640 Los untuk pedagang hamparan.
- 3 Unit MCK serta area parkir yang luas.
Manajemen Lalu Lintas dan Kenyamanan
Mengingat tingginya aktivitas di hari pertama, Disdagperin memperkuat koordinasi antara UPT Pasar, paguyuban pedagang, dan petugas parkir untuk mengatur jalur keluar masuk kendaraan agar tidak memicu kemacetan di area Kebonan.
Aktivitas di pasar darurat akan berlangsung selama kurang lebih satu tahun, sembari menunggu proses konstruksi Pasar Rakyat Karanggede yang permanen selesai dikerjakan. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono