RADARSOLO.COM-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali bergerak cepat merespons keluhan warga terkait lubang menganga di ruas jalan Dukuh Sapiyan, Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo.
Dari hasil tinjauan teknis, lubang tersebut dipicu oleh amblasnya pElat penahan beton di bawah aspal akibat tergerus aliran air.
Kabid Bina Marga DPU PR Boyolali Joko Prasetyo menjelaskan, penanganan lubang di Sapiyan telah masuk dalam skala prioritas tahun anggaran 2026.
Pihaknya bersama tim teknis dan rekanan telah melakukan pengecekan lapangan final, Senin (19/1/2026).
“Rencana perbaikan pelat beton ini sudah kami umumkan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) sejak 14 Januari lalu," terang Joko.
"Saat ini kami sedang menunggu proses pengadaan langsung yang memakan waktu sekitar 7 hingga 10 hari. Kami pastikan pengerjaan dilaksanakan bulan Januari ini,” imhn=jelas Joko.
Jalan Utama Gelap, Pengendara Berjatuhan
Kondisi jalan tersebut sangat membahayakan. Terutama pada malam hari karena minimnya penerangan jalan umum (PJU).
Berdasarkan pengakuan warga sekitar, lubang yang muncul sejak akhir Desember 2025 itu telah menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh.
“Pernah ada yang terjatuh karena menyerempet kerucut pembatas. Kondisinya gelap, jadi pengendara tidak sadar ada lubang di tengah jalan. Akhirnya kami pasang segitiga reflektor tambahan agar terlihat dari jauh,” ujar salah satu warga setempat kepada Radar Solo.
Ancaman Kerusakan Meluas
Pantauan radarsolo.com di lokasi menunjukkan lubang tersebut berada tepat di atas saluran pembuangan air.
Baca Juga: Talut Jalan By Pass Klaten Sepanjang 20 Meter Longsor
Jalur ini merupakan akses utama bagi karyawan pabrik dan kendaraan yang keluar dari gerbang tol menuju Kota Boyolali memperparah kerusakan.
Sebagian tanah di bawah aspal mulai terkikis, sementara pembatas jalan di sisi timur juga terlihat mulai retak dan miring ke arah sawah.
Warga khawatir jika tidak segera ditangani, badan jalan akan ambrol sepenuhnya karena tidak kuat menahan beban kendaraan berukuran sedang yang melintas setiap hari.
Pihak DPUPR mengimbau para pengguna jalan untuk ekstra waspada dan mengurangi kecepatan saat melintasi area Dukuh Sapiyan selama proses administrasi perbaikan berlangsung. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono